• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PM Australia: Dunia harus Tau Sumber Pandemi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
September 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PM Australia: Dunia harus Tau Sumber Pandemi Covid-19

Perdana Menteri Australia Scott Morrison. Ist

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Dunia harus memahami darimana sumber coronavirus yang kini jadi pandemi global.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengungkapkan hal itu dalam pidato virtualnya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (26/9/2020).

PM Morrison menegaskan, penyelidikan mengenai asal muasal Covid-19 dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya pandemi lain di masa mendatang.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Virus ini telah menyebabkan musibah di dunia. Kita harus melakukan apa yang kita bisa untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. Tujuannya adalah agar peristiwa serupa tidak terulang,” kata PM Morrison, dikutip dari Nikkei Asian Review.

“Ada mandat jelas untuk mengidentifikasi sumber coronavirus dan penularannya terhadap manusia,” sambungnya.

Pernyataan Morrison dipastikan akan semakin memperburuk hubungan Australia dengan China. Sebelum pidato di PBB, ia juga telah menyampaikan pernyataan serupa yang menyudutkan China atas pandemi Covid-19.

Di beberapa bulan awal pandemi, sejumlah negara menyerukan adanya investigasi mengenai asal muasal Covid-19. China menolak seruan itu, dengan alasan ingin fokus memberantas Covid-19.

Duta Besar China untuk Australia memperingatkan bahwa seruan investigasi dapat memperburuk hubungan dagang antar Beijing dan Canberra.

China telah menerapkan sanksi dagang kepada Australia atas seruan investigasi Covid-19. China juga menghentikan sejumlah impor daging sapi Austraia, dan juga menerapkan tarif 80,5 persen kepada barang-barang asal Negeri Kanguru.

Selain soal asal muasal virus, Australia juga menyerukan semua negara untuk saling berbagi saat vaksin Covid-19 yang efektif selesai dikembangkan suatu hari nanti.

Australia telah menandatangani perjanjian dengan AstraZeneca, dan gelombang pertama vaksin Covid-19 dari perusahaan itu akan dikirim pada Januari 2021 jika uji klinis berlangsung sukses. (ATN)

Tags: AustraliaCOVID-19Scott Morrison
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.