• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

PM India Bertekad Lindungi Negerinya dari Invasi China

by Redaksi Asiatoday
June 20, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
PM India Bertekad Lindungi Negerinya dari Invasi China

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Ist

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi bertekad melindungi perbatasan negara — dengan kekuatan jika diperlukan — usai 20 prajurit tewas terbunuh dalam bentrokan berdarah dengan pasukan China pada Senin kemarin.

PM Modi menegaskan saat ini tidak ada pasukan asing di wilayah India, dan tidak ada area yang hilang direbut kekuatan lain.

China sejauh ini belum merilis informasi apapun mengenai korban jiwa maupun luka dalam bentrokan di perbatasan Himalaya. Padahal, laporan awal mengindikasikan korban tewas dialami kedua kubu.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Kedua negara sama-sama menuding adanya pelanggaran perbatasan di Himalaya. India mengatakan kedua kubu sama-sama mengalami kerugian dalam bentrokan di Lembah Galwan, Ladakh.

Dalam sebuah pernyataan di televisi, PM Modi mengatakan bahwa pasukan bersenjata India “telah diberi kebebasan untuk mengambil segala langkah yang dibutuhkan” untuk melindungi wilayah negara dari invasi China.

“Seluruh negara ini terluka dan marah atas langkah-langkah yang telah diambil China,” ujar PM Modi.

“India menginginkan perdamaian dan persahabatan, namun menjaga kedaulatan adalah prioritas utama,” tegasnya, melansir BBC, Sabtu (20/6/2020).

Menyinggung mengenai bentrokan pada Senin kemarin, PM Modi mengatakan bahwa “tidak ada orang lain di wilayah kita, dan tidak ada satu pun pos kita yang direbut.”

Bentrokan fatal di perbatasan Himalaya, yang berlangsung tanpa melibatkan penggunaan senjata api, dilaporkan juga melukai sedikitnya 76 prajurit India.

Sebuah foto yang muncul pada Kamis kemarin memperlihatkan beberapa senjata tumpul yang digunakan dalam bentrokan. (ATN)

Tags: ChinaChina-IndiaIndiaKonflik IndiaKonflik India - China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.