• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

PMI Manufaktur ASEAN Tumbuh Solid pada Desember 2021

by Redaksi Asiatoday
January 4, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Mudahkan Aturan Perdagangan ke 4 Negara Eropa

Aktivitas ekspor dan impor ASEAN dan Uni Eropa. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur negara di Asia Tenggara (ASEAN) menunjukkan pertumbuhan yang solid pada Desember 2021.

Pasalnya, lima dari tujuh negara di ASEAN melaporkan perbaikan sektor manufaktur.

Berdasarkan laporan IHS Markit, PMI ASEAN pada Desember 2021 mencapai 52,7 dari bulan sebelumnya sebesar 52,3. Pertumbuhan dipimpin oleh Singapura, dimana headline PMI mencapai posisi tinggi sepanjang waktu 58,0 (gabungan dengan bulan April 2013). Sementara itu, Indonesia mencatat perbaikan kondisi 4 bulan berturut-turut dengan capaian PMI (53,5) turun dari posisi puncak pada Oktober, tetapi masih mengarah pada ekspansi tajam.

RelatedPosts

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

“Pertumbuhan pada bulan Desember kembali didorong oleh kenaikan berkelanjutan pada output dan pekerjaan baru, tingkat pertumbuhan output mengalami akselerasi terutama mendekati laju rekor,” jelas Ekonom IHS Markit, Lewis Cooper seperti dikutip dari laporannya yang diterbitkan pada Selasa (4/1/2022).

Malaysia dan Vietnam masing-masing naik menjadi 52,8 dan 52,5. Adapun, Filipina mencatat perbaikan kondisi manufaktur di titik 51,8 pada Desember, sedikit berubah dari bulan sebelumnya. Namun demikian, Thailand harus mengalami penurunan baru dengan PMI di bawah rata-rata, yakni sebesar 49,5. Negara yang sedang berkonflik seperti Myanmar masih terkontraksi selama 16 bulan terakhir dengan capain PMI 49,0.

IHS Markit mencatat bahwa kendala pada rantai pasok masih menghambat upaya pembangunan stok dan tekanan inflasi dapat memperburuk beban biaya produksi.

“Tentu saja, sektor manufaktur ASEAN masih di posisi kuat memasuki tahun 2022, dengan kenaikan terkini menunjukkan tanda-tanda kemungkinan kecil perlambatan,” tulis Cooper. (ATN)

Tags: Asia ManufacturingIHS MarkitIndustri Manufaktur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.