• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Potensi Pasar Menjanjikan, Perhutani Garap Ekowisata

by Redaksi Asiatoday
August 8, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Potensi Pasar Menjanjikan, Perhutani Garap Ekowisata

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Besarnya potensi pasar wisata alam dan lingkungan (ekowisata), kian memacu pelaku bisnis wisata berkonsentrasi menggarap sektor ini, salah satunya Perum Perhutani.

Menurut Direktur Utama Perum Perhutani
Denaldy Mulino Mauna, tahun ini perseroan sedang fokus mengembangkan ekowisata dibeberapa tempat. Ini dilakukan untuk menggenjot target pendapatan agar signifikan.

Diakui, saat ini pendapatan perusahaan masih didominasi oleh penjualan gondorukem-terpentin dan kayu jati. Pendapatan dari dua komoditas tersebut mencapai 88 persen dari total pendapatan perusahaan pada tahun lalu senilai Rp4,38 triliun. Sisanya, berasal dari jasa lingkungan yang mencakup ekowisata dan kemitraan dengan masyarakat.

RelatedPosts

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Indonesia Lawmakers Demand Action on Freeport Tailings

“Memang kontribusi ecopark masih kecil. Ketika saya masuk, antara 2-3 persen. Lalu kami lakukan rebranding. Ada assesment dan standarisasi. Kontribusinya terus meningkat,” kata Denaldy di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Untuk memperbesar segmen ekowisata, Perhutani memiliki rencana untuk membangun eco-theme park kelas dunia yang terdiri dari theme park, safari park, adventure park dan water park. Saat ini, rencana besar perusahaan pelat merah tersebut masih dalam tahap pembahasan bersama dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Lokasinya sekitar Jawa Barat, kami tahun lalu sudah susun pre-feasibility study. Itu lokasinya bagus karena antara Jakarta dan Jawa Barat. Perkiraan investasinya miliaran dolar. Nanti akan pakai lahan perhutani,” terang Denaldy.

Denaldy menambahkan eco-theme park kelas dunia tersebut juga bakal menggunakan energi terbarukan untuk listriknya. Mulai dari penggunaan biomassa, solar panel maupun mikrohidro melalui aliran sungai.

Perhutani sendiri mengelola banyak destinasi wisata berbasis alam baik pantai maupun pegunungan. Tercatat ada sebanyak 641 destinasi wisata yang dikelola perusahaan pelat merah tersebut bekerja sama dengan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH), pemerintah daerah, dan investor swasta.

Adapun ekowisata yang dikelola Perhutani antara lain Pantai Mengganti, Pantai Tiga Warna, Pantai Papuma, Pantai Pulau Merah, Kawah Putih, Gunung Prau, dan Batu Raden. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekowisata
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Global Halal Economy Leadership as Islamic Markets Expand
  • Asia’s Green Transition Gets $163 Billion Climate Finance Boost
  • Australia–Indonesia Deepen Economic Integration Through Katalis 2.0
  • Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US
  • Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.