• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Prancis Galang India Kerjasama di Indo Pasifik

by Redaksi Asiatoday
September 22, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Prancis Galang India Kerjasama di Indo Pasifik

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas kerja sama di kawasan Indo-Pasifik dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Langkah ini setelah pembatalan pesanan kapal selam Prancis senilai USD40 miliar oleh Australia.

Kedua pemimpin mengadakan percakapan telepon, menurut sebuah pernyataan dari kantor Macron. Kedua pemimpjn juga membahas masalah-masalah seperti krisis di Afghanistan sebagaimana dilaprkan Aljazeera, Rabu (22/9/2021).

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Australia menyatakan pekan lalu bahwa mereka akan membatalkan kesepakatan awal 2016 dengan Grup Angkatan Laut Prancis untuk membangun armada kapal selam konvensional. Australia akan membangun setidaknya delapan kapal selam bertenaga nuklir dengan teknologi AS dan Inggris setelah mencapai kemitraan keamanan trilateral yang dijuluki AUKUS.

Australia memberi tahu Prancis hanya beberapa jam sebelum menarik diri dari kesepakatan kapal selam, menurut pemerintah Prancis.

Prancis menyebut Australia telah menusuknya dari belakang. Pekan lalu, Paris menarik duta besarnya dari Amerika Serikat dan Australia setelah Australia membatalkan kesepakatan tersebut.

Prancis sangat marah dengan AS karena diam-diam memimpin pembicaraan tentang aliansi strategis baru. Sedangkan China mengecam AUKUS dan menyebut langkah itu akan memicu perlombaan senjata yang intensif di wilayah tersebut.

Dalam pembicaraan telepon mereka, Macron dan Modi mengatakan mereka akan “bertindak bersama di wilayah Indo-Pasifik yang terbuka dan inklusif”. Macron meyakinkan Modi tentang komitmen berkelanjutan Prancis untuk memperkuat otonomi strategis India, termasuk basis industri dan teknologinya.

Dia mengatakan hubungan erat itu dibangun berdasarkan kepercayaan dan saling menghormati. Pernyataan dari kantor Macron mengatakan pendekatan bersama Prancis dan India akan ditujukan untuk mempromosikan “stabilitas regional dan supremasi hukum, sambil mengesampingkan segala bentuk hegemoni”.

Diskusi Macron dengan pemimpin India itu dilakukan sebelum percakapan yang direncanakan dengan Presiden AS Joe Biden.

Biden telah meminta dilakukannya percakapan dengan Macron, tetapi belum ada tanggal yang ditetapkan. (ATN)

Tags: AUKUSIndo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.