• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Prancis Kucurkan Pinjaman Rp1,5 Triliun Perkuat Riset Kelautan Indonesia

by Redaksi Asiatoday
June 10, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Prancis Kucurkan Pinjaman Rp1,5 Triliun Perkuat Riset Kelautan Indonesia

Menteri Kelautan Prancis, Annick Girardin menyerahkan cinderamata tanda persahabatan kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko, Rabu (9/6/2021). Dok BRIN

ASIATODAY.ID, JAKARTA –  Pemerintah Prancis mendukung penuh pengembangan riset kelautan di Indonesia. Sebagai wujud dukungan itu, Agence Française de Développement (AFD) mengucurkan pinjaman sebesar USD107 juta atau setara Rp 1,5 triliun untuk Indonesia melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko bersama Menteri Kelautan Prancis, Annick Girardin, telah menyaksikan penandatanganan Perjanjian Fasilitas Kredit Pengadaan Kapal Riset Serba Guna (Credit Facility Agreement of Procurement of Multi-Purposes Research Vessels) antara Kementerian Keuangan dan Agence Française de Développement (AFD).

Handoko menerangkan, pinjaman tersebut diperuntukkan bagi riset kelautan Indonesia, spesifiknya untuk mendanai pembelian dan reparasi kapal penelitian serba guna yang dikelola Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

“Prancis merupakan salah satu mitra strategis Indonesia khususnya dalam kerjasama riset dan inovasi. Ke depan, kami melihat banyak potensi kerja sama riset dan inovasi antara Indonesia dan Prancis,” kata Handoko melalui siaran pers, Rabu (9/6/2021).

Menurut Handoko, kerjasama tersebut terbuka untuk para peneliti Indonesia dimana pemanfaatan dana pinjaman tersebut direncanakan selama 5 tahun. Perjanjian itu adalah bentuk dukungan pemerintah Prancis dalam pengembangan riset keanekaragaman hayati, khususnya yang bersumber dari laut.

Melalui dukungan pembiayaan antara Kementerian Keuangan dan AFD, Indonesia akan memperkuat armada kapal riset nasional yang diharapkan dapat secara optimal melayani kebutuhan serta meningkatkan kapasitas riset nasional. Secara khusus terkait riset kekayaan hayati laut sebagai bagian keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Melalui LIPI, dana ini akan dikelola untuk pembiayaan pengadaan Multi-Purposes Research Vessels atau Kapal Riset Multiguna dengan komponen 1 retrofit Kapal Baruna Jaya VIII dan 1 pengadaan kapal riset baru, serta pembangunan kapasitas SDM kelautan nasional,” kata Handoko.

Dia juga berjanji akan membuka lebih banyak platform global untuk kerjasama riset dan inovasi dengan mitra dari luar negeri.

Handoko menjelaskan pembentukan BRIN oleh Presiden Joko Widodo pada 28 April lalu bertujuan mengintegrasikan kegiatan penelitian, pengembangan, penerapan dan pengkajian, serta riset dan inovasi nasional di Indonesia.

BRIN juga bertugas mengintegrasikan lembaga riset yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Riset dan Teknologi, serta unit-unit riset di bawah kementerian teknis lainnya.

“Fasilitas dan SDM yang kita miliki dapat kita sinergikan bersama. Dengan integrasi ini, sumber daya riset (SDM, fasilitas, anggaran, dan lain-lain, juga akan lebih terkontrol dan pengelolaannya diharapkan menjadi lebih baik lagi,” kata Handoko.

Sementara itu, Menteri Kelautan Prancis Annick Girardin mengatakan pembentukan BRIN menjadi sinyal kuat untuk mendukung pengembangan riset di Indonesia. Ia menyebutkan BRIN akan menjadi platform global penelitian dan berstandar internasional.

“Kita akan menandatangani nota kesepahaman ini untuk membuktikan bahwa hubungan Prancis dan Indonesia di bidang ini sudah lama terjalin melalui AFD dan IRD (Institut De Recherche Pour Le Developpment) yang didukung oleh Kedutaan Besar Prancis. Saya sangat mendukung usaha tersebut, yang sebenarnya juga menjadi salah satu fokus kami dalam bidang eksplorasi kelautan,” imbuh Girardin. (ATN)

Tags: Badan Riset dan Inovasi NasionalIndonesia-PrancisKeanekaragaman HayatiLIPIThe Agence Française de Développement
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.