• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Presidensi G20 Indonesia: Momentum Resolusi Konflik Rusia dan Ukraina

by Redaksi Asiatoday
March 3, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presidensi G20 Indonesia: Momentum Resolusi Konflik Rusia dan Ukraina

Yuddy Chrisnandi. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum yang tepat untuk merumuskan formula resolusi konflik Rusia dan Ukraina.

Mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Ukraina Prof Yuddy Chrisnandi memandang, Indonesia perlu melakukan terobosan diplomasi yang efektif dan aktif dalam situasi ini.

“Sebagai Preaidensi G20, Indonesia seharusnya memainkan pengaruhnya. Sebagai pemimpin ASEAN, sebagaimana di Eropa, pemimpin Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) bisa berkumpul di Brussel membicarakan hal itu. Apakah sebagai pemimpin ASEAN ini juga bisa membicarakan ini, menjadi suara ASEAN untuk menyelesaikan konflik Rusia dan Ukraina,” kata Yuddy dalam diskusi ‘Perang Rusia vs Ukraina, Apa Dampaknya pada Geopolitik Dunia?’, Rabu (2/3/2022).

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Yuddy mengaku mendapatkan bocoran, bahwa Sekretariat Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (2/3/2022) yang meminta Pemerintah Indonesia untuk menjadi sponsor utama penyelesaian konflik Rusia dan Ukraina di Majelis Umum PBB.

“Meski nanti diveto, tetapi paling tidak sudah memberikan sikap yang bisa dilihat dunia. Kita harus aktif di percaturan politik dunia. Amerika Serikat membuat proposal, Rusia membuat proposal dan Indonesia juga punya proposal sendiri. Itu juga sebuah terobosan, yang penting jangan pasif,” imbuhnya.

Yuddy menambahkan, Indonesia bisa menjadi poros alternatif dengan memanfaatkan perannya sebagai Presidensi G20 Tahun 2022 yang akan digelar di Bali pada November 2022 mendatang.

“Kita harus menjadi poros alternatif.Misalkan Rusia menginginkan pertemuan di Belarusia, Ukraina minta di Israel dan Indonesia bisa menawarkan di Bali. Ini akan menjadi poros menarik,” pungkas Yuddy. (ATN)

Tags: G20Krisis UkrainaYuddy Chrisnandi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.