• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Produk Indonesia Harus Membanjiri Pasar Regional dan Global

by Redaksi Asiatoday
August 16, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Produk Indonesia Harus Membanjiri Pasar Regional dan Global

Produk UKM Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh elemen bangsa untuk berupaya mewujudkan agar produk-produk bangsa Indonesia mampu membanjiri pasar regional dan global.

“Kita harus berani melakukan ekspansi tidak hanya bermain di pasar dalam negeri,” kata Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan di depan Sidang Bersama MPR, DPD, DPR RI di Gedung Senayan Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Menurut Jokowi, pengusaha-pengusaha dan badan-badan usaha milik negara harus berani menjadi pemain kelas dunia. Industri dalam negeri juga harus semakin diperkuat. Hasil produk ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi harus semakin dihilirisasi dan dikomersialisasi.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

“Talenta- talenta kita harus memiliki reputasi yang diperhitungkan di dunia internasional, itu yang harus kita siapkan. Sekali lagi kita harus semakin ekspansif, from local to global,” tutur Jokowi.

Dia mengatakan bonus demografi akan mendukung bangsa Indonesia melakukan berbagai lompatan kemajuan melalui pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Jika kita serius berbenah bersama, saya yakin kita akan mampu melakukan lompatan-lompatan kemajuan secara signifikan. Momentumnya adalah sekarang tatkala kita antara 2020 hingga 2024, berada di puncak periode bonus demografi. Jika kita lebih fokus mengembangkan kualitas SDM dan menggunakan cara-cara baru maka saya yakin bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan,” ujarnya.

Jokowi mengatakan lembaga pendidikan dan pelatihan harus didukung untuk melakukan pembenahan secara besar-besaran terhadap kualitas SDM agar mampu menghadapi perubahan.

Persaingan dunia yang semakin ketat dan disrupsi di berbagai bidang membutuhkan kualitas SDM yang tepat.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Juli 2019 mencapai USD 15,45 miliar. Nilai ekspor tersebut naik sebesar 31,02 persen dibandingkan Juni 2019 namun turun sekitar 5,12 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

BPS mencatat, sektor nonmigas menyumbang sekitar USD 13,84 miliar sedangkan sektor migas menyumbang sekitar USD 1,61 miliar. Kenaikan ekspor bulan Juli salah satunya disebabkan oleh masa kerja industri yang sudah mulai normal pasca adanya libur panjang Ramadan.

BPS mencatat ekspor Indonesia masih dipengaruhi oleh berbagai situasi global termasuk perundingan perang dagang antara china dan Amerika Serikat. Perang dagang tidak hanya memperngaruhi ekspor Indonesia tetapi juga negara negara lain di dunia.

Sementara, untuk neraca perdagangan Indonesia, BPS mencatat pada Juli 2019 defisit sebesar USD 63,5 juta. Defisit tersebut disumbang oleh defisit sektor migas sebesar USD 142,4 juta sedangkan sektor nonmigas surplus USD 78,9 juta.

“Dengan ekspor sebesar USD 15,45 miliar dan impor USD 15,51 miliar, maka defisit sekitar USD 0,06 miliar atau USD 63,5 juta,” terang Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (15/8/2019).

BPS mencatat, sepanjang Januari hingga Juli neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 1,9 miliar. Sementara jika dibandingkan tahun lalu defisit menurun karena tahun lalu defisit necara perdagangan Indonesia lebih besar sekitar USD 3,2 miliar. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor IndonesiaJokowiPameran UKMProduk IndonesiaUKM FurnitureUKM IndonesiaUKM Pakaian
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.