• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Produk Tahu dan Tempe Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Australia

by Redaksi Asiatoday
February 17, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Produk Tahu dan Tempe Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Australia

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Kabar baik datang dari produk tempe khas Indonesia. Pasalnya, produk itu memiliki peminat yang cukup besar di Australia.

Hal ini terungkap usai Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Dody Edward menghadiri forum bisnis Indonesia-Australia yang berlangsung di Sydney.

Produk Tahu dan Tempe Indonesia Berpotensi Kuasai Pasar Australia 1
Produk Tempe Nutrisoy di Australia. Ist

Dalam rangkaian misi dagang ke Australia, Dody bersama para pelaku usaha Indonesia berkesempatan mengunjungi industri tahu tempe yang berhasil dikembangkan oleh diaspora Indonesia di Sydney, yaitu Nutrisoy.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurutnya, produk tahu dan tempe memiliki potensi yang cukup besar di pasar Australia mengingat sebagian besar masyarakat Australia mulai menyadari hidup sehat dan mengurangi konsumsi daging.

Pangsa pasar Nutrisoy saat ini 90 persen dipasarkan di Australia sementara 10 persennya untuk ekspor tujuan Selandia Baru, Kaledonia Baru, Singapura, dan Uni Emirat Arab.

“Nutrisoy memproduksi makanan khas Indonesia yang sangat digemari masyarakat Australia,” ujar Dody melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/2/2020).

Diterimanya produk tempe dan tahu dinilai merupakan peluang besar dalam peningkatan ekspor produk khas Indonesia lainnya. Terlebih, produk berbahan dasar kacang kedelai ini memiliki kandungan gizi yang baik.

“Kami berharap, Nutrisoy dapat melakukan promosi untuk memperkenalkan produk Indonesia lebih luas khususnya di restoran dan supermarket sehingga masyarakat Australia mengetahui produk Indonesia,” imbuh Dody.

Selain ke Nutrisoy, Dody juga mengunjungi importir Indonesia yang bergerak di bidang perkayuan dan bahan bangunan, yaitu Innovative Timber Ideas (ITI).

Peluang ekspor produk Indonesia dan hambatan yang dihadapi dalam melakukan importasi produk Indonesia jadi fokus dalam pembahasan diskusi. Saat ini, ITI mengimpor produk kayu berupa decking dan timber untuk dipasarkan ke toko dan depo bangunan di Australia.

“Produk kayu Indonesia telah memenuhi regulasi dan sertifikasi yang diminta oleh pihak Australia, antara lain SVLK,” jelas Dody.

Adapun ITI merupakan salah satu penerima penghargaan Primaduta Award yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo pada Trade Expo Indonesia 2019 lalu. Primaduta Award adalah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan asing yang loyal mengimpor produk dari Indonesia.

Lebih lanjut, kedatangan Dody di Australia sekaligus melanjutkan misi dagang dengan membawa 10 perusahaan Indonesia dari berbagai sektor, yaitu kayu, furnitur, dekorasi rumah, kerajinan, makanan dan minuman, kopi, pupuk, dan niaga elektronik (e-commerce). Penjajakan kesepakatan bisnis yang mempertemukan para pelaku usaha Indonesia dan Australia juga turut dilakukan.

“Kegiatan ini menghasilkan potensi nilai transaksi B-to-B sebesar USD2,4 juta untuk produk makanan dan bumbu masak, kopi, produk perikanan, furnitur, dan produk kayu,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Kemendag RIKerjasama Indonesia-AustraliaNutrisoySVLKTahu IndonesiaTempe Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.