• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Progres Smelter Lambat, Freeport Indonesia Jadi Sorotan

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pacu Hilirisasi Minerba, Freeport Didesak Percepat Smelter di JIIPE Gresik

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau Master Plan smelter PT Freeport Indonesia di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali jadi sorotan. Pasalnya, perusahaan tersebut lambat membangun smelter atau pabrik pemurnian mineral.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan,  progres pembangunan smelter Freeport Indonesia baru mencapai 5,86 persen. Dengan rencana penyelesaian proyek tahun 2023 mendatang, progres ini masih jauh dari harapan.

Dengan kondisi itu, Arifin menegaskan pihaknya telah memberikan surat teguran kepada Freeport untuk mempercepat pembangunan smelternya.

RelatedPosts

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

“Berdasarkan evaluasi kami terhadap pembangunan smelter PTFI, kami telah menyampaikan surat teguran atas terlambatnya konstruksi pembangunan fasiltias pemurnian PT FI tersebut,” jelas Arifin di forum rapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (23/11/2020).

Surat Teguran tersebut diterbitkan Direktur Jenderal Minerba kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) pada tanggal 30 September 2020 No. 1197/36/DJB/2020 dengan perihal Surat Teguran Terlambatnya Konstruksi Pembangunan Fasilitas Pemurnian PT Freeport Indonesia.

Adapun isi surat teguran tersebut merujuk agar pelaksanaan pilling test dan pile load test dipercepat dan dapat dilaksanakan paling lambat akhir Oktober 2020. PT FI juga diminta untuk segera menyampaikan time line untuk pelaksanaan kegiatan pilling test dan pile load test.

Atas Surat Teguran tersebut, PT FI memberikan tanggapan melalui surat nomor 508/OPD-PTFI/IX/2020 tanggal 30 September 2020 yang menyampaikan bahwa pilling test dan pile load test akan mengalami keterlambatan dari yang semula direncanaan pada akhir bulan September 2020, namun baru dapat dilakukan pada awal November 2020.

Kemudian, PT FI kembali menyampaikan surat nomor 516/OPD-PTFI/XI/2020 tanggal 11 November 2020 perihal jawaban surat teguran terlambatnya kegiatan konstruksi pembangunan fasilitas pemurnian PT FI.

Isinya PT Freeport Indonesia sudah memberikan Notice to Proceed ke Chiyoda untuk melakukan pekerjaan test pilling. Kemudian, Chiyoda sudah mulai melakukan pengadaan dan mobilisasi peralatan serta pekerja ke Gresik.

“Kegiatan fisik test pile drive di area prioritas pembangunan smelter baru dapat dilakukan pada akhir November 2020,” kata Arifin.

Terbesar di Dunia

Sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau lokasi pembangunan smelter atau fasilitas pemurnian PT Freeport Indonesia di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

“Banyak produk hilirisasi yang bisa dikejar, agar nantinya di Indonesia bisa ada pabrik-pabrik yang akan menggunakan hasil pemurnian dari Freeport. Nilai tambahnya bisa terus didorong,” kata Agus pada (11/10/2020).

Menurutnya, PT Freeport Indonesia merupakan perusahaan tambang afiliasi dari Freeport-McMoran dan holding industri pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mining Industry Indonesia (MIND ID).

“Perusahaan tersebut sedang membangun pemurnian tembaga sebagai bahan baku industri otomotif, industri elektronik, kabel, pabrik AC, konstruksi instalasi listrik hingga electric vehicle,” kata Agus.

Proyek smelter PT Freeport Indonesia di kawasan industri JIIPE Gresik, Jawa Timur itu dibangun di lahan 100 hektare, serta supporting area seluas 120 hektare. Fasilitas pemurnian untuk meningkatkan kandungan logam tersebut diproyeksikan akan menjadi tempat pengolahan tembaga terbesar di dunia.

“Namun, saat ini MIND ID sebagai holding industri pertambangan BUMN, menginformasikan bahwa pembangunan smelter tengah mengalami kendala akibat dampak pandemi Covid-19 terhadap mobilitas kontraktor di lapangan,” ujarnya.

Dalam kunjungan ke lokasi smelter  tersebut, Menperin diterima langsung oleh dan Direktur Utama PT. Freeport Indonesia Clayton Allen Wenas.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BMKS) Bambang Soetiono, mengatakan JIIPE adalah kawasan terintegrasi pertama di Indonesia dengan total area 3.000 hektare, yang terdiri dari kawasan industri, pelabuhan multiguna, area komersial dan perumahan.

“Selain dilengkapi dengan sarana prasaran utilitas yang cukup, Kawasan Industri JIIPE juga terintegrasi dengan pelabuhan berkedalaman -16 meter di bawah permukaan laut, sehingga kapal besar dengan kapasitas 100.000 DWT (dead weight tonnage) dapat melakukan bongkar muat di Pelabuhan JIIPE,” ujar Bambang.

Sekaligus guna medorong daya saing industri yang berlokasi di JIIPE, pemerintah juga sedang melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan kajian usulan kawasan industri JIIPE ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dan kajian usulan penurunan harga gas untuk power plant JIIPE, kata Bambang.

Menindaklanjuti kajian tersebut, Kemenperin telah melakukan pembahasan internal usulan penurunan harga gas untuk kawasan industri dengan usulan penurunan harga gas untuk industri yang lain.

Rencananya, di kawasan industri JIIPE sekaligus akan dikembangkan solar panel sebagai alternatif pasokan listrik dengan energi terbarukan. Solar panel akan dibangun secara floating di atas tujuh embung dan di atas atap pabrik. Untuk itu, Kemenperin terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain dalam rangka pelaksanaan rencana tersebut.

“Kemenperin terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta pihak-pihak terkait mengenai perizinan solar panel di JIIPE,” pungkas Agus. (ATN)

Tags: Freeport IndonesiaIndustri SmelterInvestasi smelterTambang Freeport
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.