• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Prospek Ekonomi Global Memburuk Sejak Bulan April

by Redaksi Asiatoday
May 8, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ekonomi di Asia Pasifik Tersungkur, China dan India Masih ada Harapan

Markas Dana Moneter Internasional (IMF). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa prospek ekonomi global telah memburuk sejak perkiraan terbaru tiga pekan lalu.

Menurut Kepala ekonom IMF Gita Gopinath, kebutuhan pendanaan eksternal negara-negara berkembang diperkirakan melonjak jauh diatas proyeksi IMF sebelumnya sebesar USD2,5 triliun

Dalam konferensi video yang diselenggarakan Dewan Hubungan Luar Negeri IMF, Gopinath mengatakan IMF akan membutuhkan seluruh sumber daya pinjaman saat ini yang jumlahnya mencapai USD1 triliun.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kami tahu krisis ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Hal-hal bisa menjadi lebih buruk. Krisis kesehatan belum terpecahkan,” kata Gopinath, melansir Bloomberg, Jumat (8/5/2020).

IMF mengatakan dalam laporan World Economic Outlook pada 14 April lalu bahwa produk domestik bruto (PDB) global akan turun 3 persen tahun ini. Skenario tersebut mengambil asumsi bahwa pandemi akan mereda pada paruh kedua tahun ini dan langkah-langkah pembatasan dapat secara bertahap dihentikan.

Gopinat mengatakan bahwa kecil kemungkinan skenario tersebut dapat terjadi saat ini.

Proyeksi IMF bulan lalu juga menggambarkan tiga skenario alternatif, di antaranya virus bertahan lebih lama dari yang diperkirakan, kembali pada tahun 2021, atau keduanya. Wabah yang lebih panjang akan menyebabkan PDB global susut 3 persen tahun ini.

Dalam konferensi video yang sama, profesor Universitas Harvard dan salah satu pendahulu Gopinath di IMF, Kenneth Rogoff, mengatakan bahwa beberapa negara akan menghadapi krisis solvabilitas dan akan membutuhkan write-down hutang daripada hanya penundaan pembayaran. (ATN)

Tags: IMFResesi EkonomiResesi GlobalWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.