• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Protes Lockdown di Melbourne, 74 Orang Demonstran Ditangkap

by Redaksi Asiatoday
September 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Protes Lockdown di Melbourne, 74 Orang Demonstran Ditangkap

Polisi menangkap 74 orang dalam aksi protes anti-lockdown di Melbourne pada Minggu (13/9/2020). Ist

ASIATODAY.ID, MELBOURNE – Polisi menangkap 74 orang dalam aksi protes anti-lockdown di Melbourne pada Minggu (13/9/2020).

Dalam unjuk rasa di hari kedua di tengah pandemi Covid-19 ini, sejumlah demonstran melemparkan buah-buahan ke arah polisi yang menggerebek area pasar.

Sekitar 250 pengunjuk rasa yang berteriak “kebebasan” dan “kekuatan rakyat” dikepung aparat keamanan di area Queen Victoria Market. Sebagian dari mereka kemudian ditangkap karena dianggap sebagai provokator.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Rekaman video bentrokan dan penangkapan pedemo di Melbourne menyebar di media sosial. Dalam rekaman terlihat beberapa petugas berkuda yang menerobos kerumunan massa di dalam pasar.

“Ada beberapa momen menegangkan saat para pedemo mulai melempari polisi dengan buah-buahan,” ujar Erik Anderson, seorang jurnalis lokal. Melbourne adalah ibu kota dari negara bagian Victoria.

Melansir Guardian, sejumlah demonstran melawan saat hendak ditangkap. Beberapa dari mereka berteriak, “ini bukan negara bagian polisi” dan “kalian polisi harus berada di kubu yang benar.”

Sebagian besar demonstran menilai kebijakan penguncian wilayah atau lockdown hanya merusak perekonomian dan tidak berpengaruh banyak terhadap pengendalian Covid-19.

Sementara itu, Kepolisian Victoria telah mengeluarkan 176 surat pelanggaran kepada warga yang melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Semua pelanggaran tersebut memiliki denda dalam jumlah besar.

Pada hari ini, otoritas Victoria melaporkan tambahan 41 kasus baru dan tujuh kematian akibat Covid-19. Tambahan ini menjadikan total kematian akibat Covid-19 di Victoria mencapai 723 jiwa. (ATN)

Tags: AustraliaMelbourne
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.