• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Proyek Kereta Cepat China Hadapi Beban Utang Besar

by Redaksi Asiatoday
July 12, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Proyek Kereta Cepat China Hadapi Beban Utang Besar 1

Kereta berkecepatan tinggi jarak jauh, China State Railway Group. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Mega proyek kereta berkecepatan tinggi jarak jauh, China State Railway Group, yang dibangun pemerintah China dalam upaya mengembalikan ekonomi negara itu, kini menghadapi beban utang sangat besar.

Menurut laporan Asia Nikkei, pada akhir tahun 2021, utang itu mencapai USD882 miliar atau sekitar 5 persen dari PDB China.

Jumlah utang diperkirakan akan terus meningkat, menjadi kekhawatiran bahwa “utang tersembunyi” China justru menjadi pusat perhatian atas situasi pertumbuhan negara itu.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Bahkan dalam menghadapi utang yang menggunung, China State Railway Group tetap nekat menggandakan perluasan jaringannya.

China Railway berencana mencapai perluasan jaringan sepanjang 30.000 kilometer pada 2035, hingga menjadi 70.000 kilometer.

Pemerintah daerah mendorong ekspansi yang cepat untuk menarik proyek-proyek baru yang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja. Namun, pada kenyataannya perusahaan berencana untuk menjual obligasi kepada broker dan pemberi pinjaman untuk membayar tagihan perluasan jangkauan jaringan tersebut.

Menurut Zhao Jian, profesor di Universitas Jiaotong Beijing dan pakar transportasi, prioritas pemerintah adalah pertumbuhan ekonomi dan tidak peduli dengan pembayaran utang.

“Setiap kilometer pembangunan kereta api membutuhkan biaya 120 juta yuan hingga 130 juta yuan. Ini berarti perluasan 30.000 kilometer akan membutuhkan sekitar 3,6 triliun yuan,” katanya.

Pada bulan Mei, pemerintah China mengumumkan langkah-langkah stimulus ekonomi komprehensif untuk mengangkat ekonomi yang dilanda Covid, termasuk mengizinkan China Railway untuk menerbitkan obligasi tambahan senilai 300 miliar yuan untuk konstruksi kereta api.

Pada intinya, “utang tersembunyi” ini memungkinkan pemerintah untuk meminjam uang tanpa meningkatkan jumlah total utang nasional resmi.

Total kewajiban untuk China Railway meningkat sebesar 4 persen pada tahun 2021 menjadi 5,91 triliun yuan.

China State Railway Group mencatat kerugian bersih 49,8 miliar yuan pada 2021. Jumlah penumpang turun 29 persen, dan arus penumpang terus melamban pada Januari-Maret di tengah gelombang infeksi Covid-19. (ATN)

Tags: China State Railway GroupKereta CepatKrisis Utang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.