• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Putin: Sanksi Ekonomi Barat terhadap Rusia Gagal Total

by Redaksi Asiatoday
April 20, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Putin: Sanksi Ekonomi Barat terhadap Rusia Gagal Total

Presiden Rusia Vladimir Putin. Dok Kremlin

ASIATODAY.ID, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut sanksi ekonomi negara-negara barat terhadap Rusia telah gagal total.

Demikian disampaikan Putin dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada hari Senin, hari yang sama ketika Moskow melancarkan serangan baru ke Ukraina timur.

Dalam pidatonya, Putin melakukan panggilan video dengan pejabat tinggi ekonomi. Dia mengatakan Rusia terus mendorong maju dengan rencananya di Ukraina meskipun ada sanksi ekonomi yang keras yang diberlakukan sejak operasi militer dimulai pada 24 Februari.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Barat berharap untuk segera mengacaukan situasi keuangan-ekonomi, memprovokasi kepanikan di pasar, runtuhnya sistem perbankan dan kekurangan di toko-toko,” kata Putin.

“Namun strategi blitz ekonomi telah gagal total,” katanya lagi, seperti dikutip AFP, Selasa (19/4/2022).

Putin mengeklaim upaya dari negara-negara Barat untuk melumpuhkan Moskow secara finansial malah mengakibatkan kemerosotan ekonomi di Barat.

Dia juga mencatat bahwa Rusia telah menahan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara negara-negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa telah melihat upaya mereka untuk memberi sanksi kepada Rusia dan sekutunya menjadi bumerang.

Awal bulan ini rubel bangkit kembali ke tingkat sebelum invasi setelah respons keuangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari AS dan Eropa membuatnya jatuh bebas.

Presiden Rusia memang mengakui telah terjadi kenaikan tajam dalam harga kebutuhan pokok untuk warga, tetapi ia mengatakan telah mengarahkan pemerintah untuk mengindeks upah dan pembayaran lainnya untuk mengurangi dampak inflasi pada pendapatan masyarakat.

Komentar terbaru Putin datang kurang dari seminggu setelah dia mengeklaim Rusia “tidak punya pilihan lain” selain menyerang Ukraina.

Berbicara di fasilitas peluncuran ruang angkasa Vostochny di timur jauh Rusia, pemimpin Rusia itu menyatakan bahwa dia telah melakukan “hal yang benar” dengan mengirim pasukan ke Ukraina.

“Generasi baru nasionalis Ukraina ini terutama berselisih dengan Rusia. Anda lihat bagaimana ideologi Nazi menjadi fakta kehidupan di Ukraina, itu tidak bisa dihindari,” katanya.

“Kami mengambil langkah-langkah untuk memberikan keamanan bagi Rusia. Kami tidak punya pilihan lain,” ujarnya.

“Kami melakukan hal yang benar dan saya tidak ragu bahwa tujuan kami akan tercapai.”

Sementara itu, Moskow telah memulai fase baru dalam operasi militernya ke Ukraina, meluncurkan serangan besar ke bagian timur negara itu pada hari Senin.

Dalam beberapa pekan terakhir, kampanye militer Rusia telah difokuskan kembali di wilayah timur Donbass, yang sebagian dikuasai oleh separatis pro-Moskow sejak 2014. Perubahan taktik terjadi setelah Putin terpaksa menarik pasukan keluar dari utara Ukraina setelah tidak dapat merebut ibu kota Kiev meskipun berminggu-minggu serangan tanpa henti.

“Kami sekarang dapat mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia telah memulai pertempuran untuk Donbass, yang telah mereka persiapkan sejak lama,” kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Telegram Senin malam.

“Tidak peduli berapa banyak tentara Rusia yang dibawa ke sini, kami akan bertarung. Kami akan membela diri.” (ATN)

Tags: RusiaVladimir Putin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.