• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Putin Tegaskan Penerapan Zona Larangan Terbang Berarti Ikut Campur dalam Konflik

by Redaksi Asiatoday
March 5, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Putin Tegaskan Penerapan Zona Larangan Terbang Berarti Ikut Campur dalam Konflik

Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto Kremlin

ASIATODAY.ID, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negara yang menetapkan zona larangan terbang (no fly zone) di wilayah udara Ukraina akan dipandang ikut dalam perang di kawasan tersebut.

“Pergerakan pada arah ini akan dipertimbangkan oleh kami sebagai partisipasi dalam konflik bersenjata oleh negara tersebut,” tegas Putin melalui siaran televisi pada Sabtu (5/3/2022).

Dalam konteks militer, zona larangan terbang adalah di mana sebuah pesawat dilarang memasuki area guna mencegah serangan atau pengintaian.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Tetapi hal itu akan dipertegas dengan tindakan militer di mana upaya menembak jatuh pesawat yang melanggar zona larangan terbang tersebut akan dilakukan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengecam penolakan dari negara-negara NATO untuk menerapkan zona larangan terbang sebagai kelemahan dan wujud pepecahan.

NATO telah menyatakan bahwa penerapan zona larangan terbang akan menimbulkan eskalasi invasi Rusia ke Ukraina ke banyak negara lainnya.

Seperti diketahui Rusia mengklaim bahwa invasi yang mereka lakukan ke Ukraina sejak Kamis (24/2/2022) adalah operasi militer khusus. (BBC)

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.