• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Qatar dan Jerman Sepakati Perjanjian Kerjasama Energi

by Redaksi Asiatoday
May 21, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Qatar dan Jerman Sepakati Perjanjian Kerjasama Energi

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani (kiri) dan Kanselir Jerman Olaf Scholz (kanan) berjabat tangan setelah menandatangani perjanjian kerjasama energi di Berlin, pada Jumat 20 Mei 2022. Foto: Qatar Energy

ASIATODAY.ID, BERLIN – Qatar dan Jerman menandatangani perjanjian kerjasama energi.

Kesepakatan akan membuat Doha dan Berlin fokus pada pengembangan hubungan perdagangan dalam gas alam cair (LNG), di antara sumber energi lainnya.

Kesepakatan yang dicapai pada Jumat memperkirakan pertemuan rutin antara pihak berwenang dari kedua negara dan menciptakan kelompok kerja yang berfokus pada pengembangan hubungan perdagangan LNG dan hidrogen, serta kelompok kerja yang ditujukan untuk energi terbarukan.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan negara Teluk itu, salah satu pengekspor LNG terbesar di dunia, akan memainkan peran sentral dalam strategi Jerman untuk mendiversifikasi impor dari Rusia.

“Isu ketahanan energi memegang peranan penting bagi kami. Jerman akan mengembangkan infrastrukturnya agar dapat mengimpor gas cair dengan kapal,” kata Scholz kepada wartawan pada konferensi pers bersama dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Berlin.

Saat ini, Rusia merupakan pemasok gas terbesar ke Jerman, dan Berlin telah meluncurkan beberapa inisiatif untuk mengurangi ketergantungan energinya pada Moskwa sejak melancarkan serangannya terhadap Ukraina pada akhir Februari.

Pemimpin Qatar mengonfirmasi bahwa Doha berencana untuk mulai memasok LNG ke Jerman pada tahun 2024 dan menggambarkan Eropa sebagai pasar gas yang “menarik”.

Al Thani mengadakan pembicaraan dengan pejabat dari utilitas Jerman RWE dan Uniper mengenai kesepakatan pasokan gas jangka panjang selama kunjungannya.

Roudi Baroudi, CEO Qatar Energy and Environment Holding, sebuah konsultan, mengatakan Doha siap memenuhi permintaan LNG dari Jerman selain memasok pelanggan yang sudah ada, mengutip perluasan berkelanjutan dari ladang gas alam raksasa North Field.

“Pada tahun 2024, Qatar pasti dapat memberikan 20-25 persen dari total konsumsi gas Jerman,” katanya kepada Al Jazeera, seraya menambahkan bahwa proyek ekspansi menempatkan negara itu di jalur untuk lebih meningkatkan penjualan global pada tahun-tahun mendatang. (ATN)

Tags: JermanQatarQatar Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.