• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Raih Pendanaan Rp 1,2 Triliun, eFishery Indonesia Siap Ekspansi di Asia

by Redaksi Asiatoday
January 11, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Raih Pendanaan Rp 1,2 Triliun, eFishery Indonesia Siap Ekspansi di Asia 1

Pembudidaya Udang binaan eFishery. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Startup agritech asal Indonesia, eFishery meraih pendanaan seri C senilai USD90 juta atau setara Rp1,28 triliun. Investasi ini termasuk yang terbesar di dunia yang diperoleh sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi akuakultur.

Putaran pendanaan ini dipimpin Temasek, SoftBank Vision Fund 2, dan Sequoia Capital India, dengan partisipasi dari investor lainnya yaitu the Northstar Group, Go-Ventures, Aqua-Spark, dan Wavemaker Partners.

Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan pendanaan ini akan digunakan untuk meningkatkan layanan serta memperkuat produk digital eFishery dan menjadikannya startup digital terbesar bagi pembudidaya ikan dan udang.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“eFishery juga ekspansi secara regional dengan menargetkan 10 negara teratas dalam produksi akuakultur, seperti India dan China,” kata Gibran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/1/2022).

Gibran mengatakan pendanaan ini akan digunakan untuk merekrut tim secara agresif, khususnya talenta di bidang engineering dan pengembangan produk.

“eFishery menargetkan merekrut 1.000 karyawan baru tahun ini, tidak hanya untuk menciptakan dampak di industri akuakultur Indonesia, tetapi skala besar pada rantai pasokan akuakultur global,” kata Gibran.

Sejak pendanaan terakhirnya, eFishery telah meningkatkan jumlah karyawannya tiga kali lipat, dengan total karyawan saat ini mencapai lebih dari 900 orang. Meskipun kantor pusat terletak di Bandung, lebih dari separuh karyawan bekerja secara jarak jauh karena kebijakan yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari mana saja (work from anywhere/WFA).

“eFishery akan menginvestasikan pendanaan ini untuk menumbuhkan tim, memperkuat produk, dan operasional bisnisnya di Indonesia, dan berekspansi ke pasar regional,” kata Gibran.

eFishery juga berambisi untuk mengakuisisi 1 juta pembudidaya dalam waktu 3-5 tahun ke depan.

“Di tahun 2050, akan ada 10 miliar orang yang harus diberi makan, dan kami siap untuk mempersiapkan sektor ini untuk dapat memberi makan dunia,” ungkap Gibran.

Sementara itu, Investment Director SoftBank Investment Advisers, Anna Lo mengatakan Indonesia merupakan salah satu penghasil ikan terbesar di dunia. Sektor akuakultur Indonesia memegang peranan penting dalam memproduksi pangan bagi populasi dunia yang terus meningkat.

“eFishery mempelopori adopsi teknologi untuk pembudidaya ikan dan udang lokal dengan platform end-to-end yang mendukung peningkatan produktivitas di seluruh rantai pasok, mulai teknologi, pasokan pakan, produksi budidaya, hingga penjualan produk segar hasil panen,” terangnya.

Sementara VP Sequoia India Aakash Kapoor mengatakan dengan pasar sebesar USD20 miliar serta rantai pasok kompleks dan terfragmentasi, akuakultur menjadi salah satu peluang terbesar di Indonesia.

“Hal itu yang menjadikan kerja sama dengan eFishery, sebagai pemimpin pasar di sektor ini, menjadi menarik,” ungkap dia.

Berbasis di Bandung, eFishery merevolusi industri budidaya ikan dan udang tradisional menjadi platform penyedia solusi untuk meningkatkan hasil budidaya komoditas tersebut.

Sejak didirikan tahun 2013, ribuan smart feeders telah digunakan dan melayani lebih dari 30.000 pembudidaya dari 24 provinsi di Indonesia. Di puncak pandemi, eFishery meningkatkan jaringannya 10 kali lipat sejak Desember 2020, dan memperkuat adopsi layanan penjualan pakan serta ikan hasil budidaya.

Rangkaian inovasi yang eFishery ciptakan di antaranya eFarm dan eFisheryKu. eFarm merupakan platform online yang menyediakan informasi lengkap dan mudah dipahami mengenai operasional tambak udang pembudidaya, sedangkan eFisheryKu merupakan platform terintegrasi dimana pembudidaya ikan dapat membeli berbagai keperluan budidaya, seperti pakan ikan, dengan harga yang kompetitif. Pembudidaya juga dapat mengajukan permodalan melalui eFund, yang menghubungkan pembudidaya ikan secara langsung dengan institusi keuangan. (ATN)

Tags: Asia BusinesseFisheryInvestasi SoftBankSoft BankStartup Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.