• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rakyat Sri Lanka Tinggalkan Negaranya dan Kabur Melalui Jalur Laut

by Redaksi Asiatoday
June 10, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rakyat Sri Lanka Tinggalkan Negaranya dan Kabur Melalui Jalur Laut

Rakyat Sri Lanka abur melalui jalur laut. Dok The Hindu

ASIATODAY.ID, KOLOMBO – Rakyat Sri Lanka mulai meninggalkan negaranya dan kabur melalui jalur laut. Mereka tak bisa lagi bertahan sejak negeri itu dilanda krisis.

Namun, tidak sedikit warga yang melarikan diri berhasil ditangkap.

Angkatan Laut Sri Lanka pada Kamis (9/6/2022) mengatakan, mereka telah menangkap 91 orang yang diyakini berusaha meninggalkan negara itu secara ilegal.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Mereka berusaha keluar lewat kapal penangkap ikan yang dicegat di lepas pantai barat laut negara itu dalam dua operasi pada Selasa lalu, kata Angkatan Laut Sri Lanka dalam sebuah pernyataan.

Lima belas orang dihentikan di perairan lepas pelabuhan Marawila dan 76 di lepas Pantai Chilaw. Mereka yang ditangkap berusia antara 1 dan 62 tahun, dengan enam orang diduga sebagai anggota jaringan penyelundupan manusia.

Orang-orang Sri Lanka selama bertahun-tahun telah melakukan perjalanan ke Australia dan negara-negara lain secara ilegal karena alasan ekonomi dan politik, tetapi dalam beberapa bulan terakhir jumlah insiden telah meningkat.

“Selama paruh pertama tahun ini, sekitar 250 orang ditangkap ketika mencoba pergi ke luar negeri dengan perahu,” kata Juru Bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Kapten Indika De Silva kepada Arab News.

“Biasanya, kami menangkap lima kapal seperti itu dalam setahun, tetapi selama 45 hari terakhir ini sudah ada tiga yang kami tangkap,” katanya.

“Para penyelundup mengindoktrinasi mereka tentang krisis politik dan ekonomi negara, dan memberi tahu mereka bahwa mereka bisa lebih bahagia di luar negeri.”

Negara berpenduduk 22 juta itu berjuang melawan krisis ekonomi terburuk yang pernah dihadapinya, dengan masyarakat menghadapi inflasi meroket serta kekurangan kebutuhan pokok yang parah, termasuk makanan, obat-obatan, gas untuk memasak, dan bahan bakar.

Pemerintah bulan lalu memperingatkan krisis pangan akan terjadi pada Agustus mendatang, dengan produksi beras lokal yang menurun setelah keputusan pemerintah tahun lalu yang melarang semua pupuk kimia.

Meskipun larangan tersebut telah dicabut, negara tersebut belum dapat mengamankan impor pupuk untuk musim tanam yang akan datang.

“Biaya hidup meroket dan pemerintah sejauh ini tidak memiliki rencana untuk memenuhi kebutuhan makanan dan medis yang mendesak bagi orang miskin, sehingga warga melarikan diri dari negara ini,” kata aktivis hak asasi, Shreen Saroor.

Sebagian besar dari mereka yang mencoba pergi melalui laut berasal dari keluarga petani dan nelayan, yang menghadapi kemiskinan akut.

“Karena masalah pupuk, mereka tidak bisa bercocok tanam musim lalu. Tidak ada bahan pokok, yaitu beras, untuk bertahan hidup. Kemudian nelayan tidak bisa melaut karena krisis bahan bakar,” kata Saroor.

Dia menambahkan, tidak semua migran menuju ke Australia, dengan beberapa berusaha mencapai negara tetangga India sebagai pengungsi ekonomi.

“Setidaknya di kamp-kamp pengungsi India mereka akan mendapatkan tiga kali makan dan beberapa perawatan medis.” (ATN)

Tags: Krisis EkonomiSri Lanka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.