• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Rare Earth Element Indonesia Diincar China dan Amerika

by Redaksi Asiatoday
July 27, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
OPINI: Ecocide dan Amandemen UU 26/2000

Tambang di Papua. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kekayaan mineral logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) kini tengah diburu oleh investor global, salah satunya China.

Menurut Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan, saat ini China menjadi negara dengan produksi rare earth terbanyak di dunia. Investor asal Negeri Tirai Bambu, sudah menyatakan minat untuk mengolah rare earth di Indonesia.

Namun, Luhut mengatakan pemberian izin kepada investor China dalam pengolahan bakan baku itu akan membuat produksinya didominasi negara tersebut.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Investor yang paling cepat itu sekarang China. Kalau kita kasih semua ke China, nanti semua mental,” jelas Luhut di forum Webinar bertajuk Investasi di tengah Pandemi, Sabtu (25/7/2020).

Luhut mengungkapkan, pemerintah saat ini tengah mencari investor asal Amerika atau negara lain yang dapat mengolah bahan baku tersebut. Kendati begitu, dia mengakui pencarian investor tersebut tak mudah direalisasikan.

“Kita juga memang dilematis mengenai rare earth ini,” jelasnya.

Kementerian ESDM pada 2019 menegaskan mineral logam tanah jarang wajib dikelola di dalam negeri melalui kegiatan pengolahan maupun pemurnian sampai menjadi intermediate product.

Apalagi pemerintah harus memikirkan cara terbaik guna melindungi kepentingan nasional.

Menurutnya, ada perhitungan terkait strategi dan geo politik serta volume produksi yang akan diberikan kepada investor tersebut.

 “Tidak akan kita berikan semua. Jadi, mencari investor tidak sesederhana yang dilihat orang dan tidak semudah yang dipikirkan,” imbuhnya.

REE sebagai mineral ikutan yang belum diolah maupun dimurnikan wajib dikelola dengan melakukan pendataan tonase, jenis, dan kadar, serta dilaporkan secara berkala kepada pemerintah.

Pada 2014 lalu, Indonesia memang sempat mengizinkan penjualan pengolahan mineral logam atau konsentrat ke luar negeri berdasarkan PP Nomor 1/2014.

Selanjutnya, penjualan konsentrat ke luar negeri diatur kembali pada PP Nomor 1/2017 yang menyatakan produk pengolahan dapat diekspor dalam jumlah tertentu hingga awal 2022.

Beleid tersebut dilengkapi oleh Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 yang menyatakan sebelum dapat dijual ke luar negeri, produk pertambangan mineral wajib terlebih dahulu dilakukan peningkatan nilai tambah melalui kegiatan pengolahan maupun pemurnian sesuai batasan minimum produk hasil pengolahan dan pemurnian mineral. (ATN)

Tags: Cadangan Mineral IndonesiaEkspor MineralMinerbaRare Earth ElementTanah Jarang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.