• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Ratusan Hektare Daratan di Pulau Jawa Lenyap Ditelan Laut

by Redaksi Asiatoday
October 5, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ratusan Hektare Daratan di Pulau Jawa Lenyap Ditelan Laut 1

Wilayah pesisir Karawang, Jawa Barat. Dok

ASIATODAY.ID, BANDUNG – Perubahan iklim menciptakan dampak besar terhadap perubahan bentang alam di pulau Jawa.

Menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, lebih dari 700 hektare daratan disepanjang Kabupaten Bekasi, Karawang, hingga Subang sudah lenyap digenangi air laut.

“Yang paling buruk, kami sudah kehilangan tanah lebih dari 700 hektare. Tanah dari Bekasi sampai Subang sudah menjadi air laut. Jadi warga ketemu saya, kasih unjuk sertifikat. Dia kebingungan urus sertifikatnya. Karena dulu berbentuk tanah sekarang jadi air laut,” ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, Senin (3/10/2022).

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Ridwan Kamil menegaskan, dampak pemanasan global kini sudah sampai di Indonesia. Perubahan iklim dan pemanasan global, bukan narasi negara Barat.

“Jangan bilang dampak perumbahan iklim masih jauh dan sebagainya. Tanah dari Bekasi sampai Karawang sudah hilang karena permukaan air laut naik,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager Corp. Sustainability and Risk Management Medco Energy, Firman Dharmawan mengatakan strategi perubahan iklim yang tepat dapat memajukan perusahaan secara global dalam kinerja ESG. Strategi ini menjadi pemeran penting dalam transisi ekonomi rendah kanbon.

Dari upaya pemetaan kerentanan (vulnerability) untuk Asia Tenggara, kata Firman, bagian barat dan timur pulau Jawa menjadi hotspots dampak dari multiple hazards.

“Kategori Hazards bersifat geologis atau hidro-meteorologis termasuk gempa bumi, tsunami, letusan vulkanik, bajir, longsor, kekeringan dan kebakaran hutan. Sekitar 40% penduduk Indonesia diperkirakan akan terdampak risiko perubahan iklim,” ujarnya. (ATN)

Tags: Perubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction
  • A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.