• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Realisasi Investasi di Jakarta Tembus Rp123,9 Triliun

by Redaksi Asiatoday
February 7, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kehadiran MRT di Jakarta  Dongkrak Investasi Properti Hingga Rp242 Triliun

Investasi MRT di DKI Jakarta. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Realisasi investasi di Jakarta sepanjang tahun 2019 terbilang fantastis, baik yang bersumber dari investor dalam negeri maupun asing.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia mencatat, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jakarta selama 2019 mencapai Rp62,1 triliun, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar USD4,1 miliar.

Secara keseluruhan, total realisasi PMDN dan PMA di Jakarta senilai Rp123,9 triliun.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Dengan capaian ini, Jakarta berkontribusi sebesar 15,3 persen pada realisasi investasi di Indonesia, dan menjadi provinsi kedua realisasi investasi terbesar setelah Jawa Barat yang mencapai Rp137,5 triliun.

Berkaca dari capaian tahun 2019 ini, Kepala Divisi Advisory Ekonomi dan Keuangan Regional Bank Indonesia DKI Jakarta Diana Permatasari memproyeksikan realisasi investasi di Jakarta pada tahun 2020 bisa tumbuh positif diantara 2,5 persen sampai 2,9 persen.

“Kami memperkirakan, pertumbuhan investasi DKI Jakarta tahun 2020 bisa lebih tinggi dari tahun 2019 terutama yang bersumber dari pembangunan proyek MRT fase II rute Bundaran HI-Ancol serta kelanjutan pembangunan LRT Jabodebek dan jalan tol dalam kota rute Semanan- Grogol,” terang Diana melalui keterangan tertulisnya, Jumat (7/2/2020).

Capaian investasi Jakarta ini diakui oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta sebagai sebuah  keberhasikan tersendiri sebab mampu melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022 senilai Rp100,2 triliun.

“Saat ini, investasi masih menjadi tumpuan untuk menopang perekonomian di Jakarta. Kami bersyukur, pada 2019 realisasi investasi bisa mencapai Rp.123,9 triliun dan telah melampaui target yang ditetapkan RPJMD Provinsi DKI Jakarta, sebesar Rp100,2 triliun,” jelas Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Benni Aguscandra.

Capaian ini kian menegaskan bahwa Provinsi DKI Jakarta masih sebagai penyumbang Investasi PMDN teratas di seluruh Indonesia.

Pada 2017 Realisasi Investasi PMDN di DKI Jakarta capai Rp47,3 triliun, pada 2018 sebesar Rp49,1 triliun dan pada 2019 mencapai Rp62,1 triliun.

Menurut Benni, fokus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendongkrak realisasi investasi dilakukan dengan memperkuat sistem kelembagaan penanaman modal yang terintegrasi,  promosi investasi daerah yang efektif dan efisien, pembangunan infrastruktur fisik, dan penyelenggaraan pelayanan perizinan yang cepat, mudah, aman dan nyaman.

“Hal lainnya adalah penciptaan tenaga kerja yang produktif, memastikan keamanan kegiatan usaha di DKI Jakarta bersama instansi terkait, kinerja ekonomi daerah yang baik, dan meningkatkan peranan dunia usaha dalam perekonomian daerah, serta komitmen pemerintah provinsi dalam pengembangan dunia usaha,” paparnya.

Sektor Paling Diminati

Benni menjelaskan, pada Triwulan IV tahun 2019, Sektor usaha PMA yang paling diminati yaitu Perumahan, kawasan industri dan perkantoran, dengan bidang usaha jual beli atau sewa menyewa real estat dan gedung perkantoran senilai  USD0,29 miliar (56 persen).

Selanjutnya disusul sektor jasa sebesar USD0,14 miliar (26 persen); dan Perdagangan dan Reparasi sebesar USD0,04 miliar (9 persen).

Investasi terbesar di DKI Jakarta pada Periode Triwulan IV tahun 2019 bersumber dari Hongkong, China sebesar USD0,16 miliar (32 persen), Jepang USD0,12 miliar (21 persen); dan Singapura USD0,09 miliar (18 persen).

Sedangkan untuk PMDN, pada Triwulan IV tahun 2019, sektor usaha yang paling diminati yaitu transportasi, gudang dan telekomunikasi senilai Rp11,8 triliun (56 persen).

Perumahan, Kawasan industri dan perkantoran Rp3,4 triliun (17 persen), dan Jasa lainnya sebesar Rp1,8 triliun (9 persen).

“Pembangunan jalur moda transportasi yang terintegrasi, berdampak positif terhadap peningkatan Realisasi Investasi PMDN di DKI Jakarta,”  terang Benni.

Sementara wilayah investasi favorit di Jakarta selama Periode Triwulan IV tahun 2019 adalah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Rp13,8 triliun), Jakarta Selatan (Rp8,6 triliun), Jakarta Barat (Rp2,1 triliun), Jakarta Timur (Rp1,9 triliun), dan Jakarta Utara (Rp1,9 triliun). (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: InvestasiInvestasi GlobalInvestasi IndonesiaInvestasi JakartaJakarta
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.