• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Resesi di Asia Selatan: Aliran Investasi Terhenti, Jutaan Orang Diambang Kemiskinan Ekstrem

by Redaksi Asiatoday
October 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Proyeksi ADB: Ekonomi Negara Berkembang di Asia Paling Terguncang Akibat Covid-19

Kekacauan transportasi di Kota Dhaka, Bangladesh. Foto : dok ADB

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi coronavirus (Covid-19) menjadi bencana yang sangat mengerikan. Selain kematian, ancaman kelaparan ekstrem kini mengancam jutaan manusia akibat resesi ekonomi.

Menurut laporan Bank Dunia, jutaan orang di Asia Selatan terancam mengalami kemiskinan ekstrem akibat resesi ekonomi.

Bank Dunia memperkirakan rekor kontraksi ekonomi di Asia Selatan akan mencapai 7,7 persen tahun ini, dan pekerja sektor informal adalah kelompok yang paling terpukul. Bank Dunia juga melaporkan bahwa konsumsi swasta tidak mungkin pulih dengan cepat dari dampak itu.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

“Dampak pada mata pencaharian bahkan akan lebih besar dari perkiraan yang diberikan oleh PDB. Ini menunjukkan bahwa kawasan itu akan mengalami peningkatan tajam dalam tingkat kemiskinan,” kata Bank Dunia dalam laporannya yang dikutip Kamis (8/10/2020)

Menurut Bank Dunia, India sebagai negara dengan ekonomi terbesar di kawasan itu, kemungkinan akan mengalami kontraksi ekonomi sebesar 9,5 persen tahun ini.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa ekonomi Asia Selatan bisa berakhir lebih buruk dari perkiraan karena pandemi terus meningkat yang membuat investor asing lebih waspada, dan membatasi kemampuan pemerintah untuk meningkatkan pengeluaran.

Hal itu pada akhirnya akan lebih membebani sistem perbankan yang sudah sangat terbebani dengan pinjaman buruk.

Dengan 6,84 juta orang terinfeksi, termasuk 105.000 meninggal, beban kasus Covid-19 di India adalah yang kedua terberat setelah Amerika Serikat, meskipun negara itu berada di bawah penguncian ketat pada fase awal pandemi pada Maret.

Pakistan dan Bangladesh masing-masing melaporkan lebih dari 317.000 kasus, sementara negara-negara lain di kawasan ini memiliki total lebih dari 149.000 kasus. (ATN)

Tags: Asia SelatanIndiaResesi AsiaResesi EkonomiWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.