• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ribuan Orang di Berlin Turun ke Jalan Protes Aturan Covid-19

by Redaksi Asiatoday
August 2, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ribuan Orang di Berlin Turun ke Jalan Protes Aturan Covid-19

Aksi Unjukrasa di Kota Berlin, Jerman. Ist

ASIATODAY.ID, BERLIN – Ribuan orang di Berlin, Jerman, turun ke jalan untuk menyuarakan protes dan menentang pemberlakuan sejumlah aturan dan larangan terkait pandemi Covid-19. Sebagian demonstran menilai, salah satu aturan seperti mengenakan masker wajah merupakan sebuah pelanggaran terhadap hak dan kebebasan warga.

Melansir BBC, Minggu (2/8/2020), Kepolisian Berlin membubarkan aksi protes karena para pengunjuk rasa tidak menghormati protokol kesehatan Covid-19.

Jerman memang tidak terlalu terkena dampak parah covid-19 dibandingkan beberapa negara Eropa lainnya. Namun dalam beberapa pekan terakhir, jumlah kasus Covid-19 di beberapa wilayah Jerman meningkat.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Jumat kemarin, otoritas kesehatan Jerman mencatat lebih dari 900 kasus baru Covid-19 dengan 7 kematian.

Sekitar 20 ribu orang mengikuti aksi protes menentang pembatasan Covid-19 di Berlin pada Sabtu kemarin. Pihak penyelenggara mengatakan, aksi protes ini merupakan “hari kebebasan” setelah Pemerintah Jerman memberlakukan pembatasan ketat sejak beberapa bulan terakhir.

Sebagian demonstran terlihat membawa sejumlah spanduk, yang salah satunya bertuliskan, “kita dipaksa menggunakan masker.”

Damien McGuinness dari BBC mengatakan, sejumlah pengunjuk rasa berasal dari kelompok kanan jauh dan sebagian lainnya adalah grup penyuka teori konspirasi yang tidak percaya terhadap eksistensi Covid-19.

Namun sebagian lainnya hanyalah masyarakat biasa yang tidak setuju terhadap pendekatan Pemerintah Jerman dalam menangani Covid-19.

Hampir semua pengunjuk rasa di Berlin tidak mengenakan masker atau menjaga jarak sosial (social distancing).

“Kami ingin kembali ke demokrasi. Singkirkan aturan yang dipaksakan ini, dan jangan paksa kami memakai masker, yang membuat kami menjadi seperti budak,” teriak salah satu pengunjuk rasa di Berlin. (ATN)

Tags: CoronavirusCOVID-19GermanyJermanUnjukrasa Berlin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.