• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ribuan Orang di Jerman Turun ke Jalan Protes Penggunaan Masker

by Redaksi Asiatoday
August 30, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ribuan Orang di Jerman Turun ke Jalan Protes Penggunaan Masker

Ribuan orang di kota Berlin, Jerman turun ke jalan menyuarakan protes penggunaan masker. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ribuan orang di kota Berlin, Jerman turun ke jalan menyuarakan protes kebijakan Pemerintah Angela Merkel yang memperketat aturan pencegahan Covid-19, termasuk pengenaan denda 50 euro atau Rp865 ribu jika kedapatan tak pakai masker.

Massa aksi terdiri dari perpaduan antara kaum kiri, kanan, serta penganut teori konspirasi. Mereka tidak hanya terdiri dari orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Massa aksi mengklaim mereka memperjuangkan kebebasan. Mereka tak mau diatur negara dalam urusan menerapkan protokol kesehatan.

RelatedPosts

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

“Kami di sini untuk mengatakan bahwa kita harus berhati-hati! Krisis akibat Covid-19 ataupun tidak, kita harus mempertahankan kebebasan kita,” kata seorang Christina Holz (22), seorang peserta aksi kepada AFP, dikutip Minggu (30/8/2020).

“Saya bukan simpatisan golongan ekstrem kanan. Saya di sini untuk memperjuangkan kebebasan fundamental kita,” ucap demonstran lainnya, Stefan (43).

Awalnya demonstrasi ini dilarang oleh Pemerintah Kota Berlin. Namun, demonstran melakukan perlawanan dengan menyatakan kemarahan di media sosial.

Malam kemarin, tiba-tiba Pemkot Berlin memberi izin untuk demonstrasi. Kepolisian setempat menerjunkan sekitar 3 ribu personel untuk mengamankan aksi.

Sejak awal aksi, kepolisian mewanti-wanti soal protokol kesehatan. Kepala kepolisian Berlin Barbara Slowik menegaskan pihaknya tak segan membubarkan massa jika tak mematuhi protokol.

“Kami tidak mungkin dan tidak mau melihat puluhan ribu orang berkerumun dan menimbulkan risiko penularan,” tegasnya.

Aksi serupa sempat digelar pada Senin (3/8) yang bertajuk ‘hari kebebasan’. Demonstrasi itu berujung pembubaran karena massa tak mengindahkan imbauan protokol kesehatan. Sekitar 45 polisi terluka saat mencoba membubarkan demo ini. (ATN)

Tags: COVID-19JermanUnjukrasa Berlin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.