• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Riset Terbaru: Covid-19 Bisa Menular Lewat Percakapan dan Napas

by Redaksi Asiatoday
April 3, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penderita Virus Corona di Korea Selatan Capai Seribu Lebih, WNI Masih Aman

Penyebaran virus corona kian meluas di seluruh dunia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hasil riset terbaru ilmuwan di Amerika Serikat menunjukkan fakta lain dalam penyebaran wabah coronavirus (Covid-19).

Pasalnya, Covid-19 bisa menular melalui pernapasan dan kontak percakapan normal dengan penderita.

Riset itu diungkapkan oleh Dr. Harvey Fineberg, ketua Komite Tetap tentang Penyakit Menular dan Ancaman Kesehatan Abad 21 di AS.

RelatedPosts

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

Dr. Harvey Fineberg menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan Anthony Fauci, anggota inti gugus tugas virus corona Gedung Putih, baru-baru ini. Demikian dilaporkan Antara, Jumat (3/4/2020).

Dalam suratnya yang dipublikasikan di laman National Academy of Sciences, tempat Fineberg menjalankan tugas akademiknya, dikatakan bahwa benar Covid-19 bisa menular dari percakapan dan embusan napas.

Berdasarkan studi tambahan, baik berdasarkan pengalaman klinis dan penelitian laboratorium, dihasilkan pemahaman lebih komplet tingkat risiko transmisi SARS-CoV-2 melalui sebaran bioaerasol via percakapan dan pernapasan (udara), kata Fineberg dalam suratnya.

“Sementara penelitian khusus (virus Corona) saat ini terbatas, hasil penelitian yang tersedia konsisten dengan aerosolisasi virus dari pernapasan normal,” tambah Fineberg.

Setiap individu bervariasi dalam tingkat di mana mereka memproduksi bioaerasol melalui pernapasan normal. Ini mungkin yang memengaruhi dalam efisiensi transmisi SARS-CoV-2 oleh infeksi berbeda tapi asomptimatic individu.

Saat ini gagasan penggunaan masker secara luas sedang meniadi topik diskusi yang sangat aktif di AS, dan mungkin akan mewajibkan warga mengenakan pelindung diri itu setelah studi terbaru yang disampaikan Fineberg. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: CoronavirusCOVID-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Uses Nickel Dominance to Court South Korean Investment in Global EV Supply Chain
  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.