• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Road Show ke Jerman, Luhut Ajak BASF Investasi Industri Mobil Listrik di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
November 29, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Road Show ke Jerman, Luhut Ajak BASF Investasi Industri Mobil Listrik di Indonesia

ASIATODAY.ID, LUDWIGHSHAFEN – Menko Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan memaksimalkan kunjungannya di Jerman.

Selain BMW, Luhut juga mengajak Badische Anilin- und Soda-Fabrik (BASF) untuk berinvestasi dan mengembangkan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Road Show ke Jerman, Luhut Ajak BASF Investasi Industri Mobil Listrik di Indonesia 1
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat bertemu petinggi BASF di Jerman. Ist

“Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai bijih nikel kadar rendah atau limonite (dengan kandungan nikel 0,8-1,5 persen) yaitu bahan baku untuk memproduksi baterai lithium ion. Sekitar 70-80 persen komponen utama kendaraan listrik yaitu baterai lithium ada di Indonesia,” kata Menko Luhut saat mengunjungi kantor pusat salah satu perusahaan kimia terbesar di dunia, BASF, Rabu (27/11/2019).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menko Luhut didampingi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno diterima Daniel Schönfelder, VP of Business Management at BASF Battery Materials Europe.

Menurut Mr. Schönfelder, perusahaannya saat ini adalah salah satu pemain utama sebagai produsen baterai mobil listrik.

“Elektrifikasi kendaraan saat ini sedang berlangsung terutama di kawasan Uni Eropa. Walaupun pangsanya masih kecil, tetapi diperkirakan akan tumbuh subur karena semakin banyak konsumen memilih produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” kata Mr. Schönfelder.

Menurutnya, perusahaan tersebut akan menambah proporsi nikel pada produksi baterai kendaraan listrik mereka untuk meningkatkan performanya.

Investasi

Menko Luhut merespon dengan mengatakan berbagai komponen pendukung pembuatan mobil listrik ada di Indonesia dan Indonesia juga yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Untuk itulah Menko Luhut mengundang BASF untuk berinvestasi di Indonesia.

Menko Luhut mengungkapkan, pemerintah kini sedang bertransformasi dari ekspor yang berbasis komoditas menjadi ekspor barang dengan nilai tambah.

“Puluhan tahun kami hanya mengekspor bahan mentah, diolah di luar negeri lalu diimpor lagi ke Indonesia. Sekarang kami ingin merubahnya, diolah di Indonesia agar ada nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya, sebagaimana dikutip keterangan tertulis Kemenko Maritim dan Investasi di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Ketika ditanya tentang kemungkinan tingginya biaya terkait lingkungan hidup, menurut Menko Luhut, Presiden telah memerintahkan untuk setiap kebijakan yang dibuat harus memikirkan nasib generasi yang akan datang. Luhut memastikan, Presiden tidak akan membuat kebijakan yang merusak lingkungan.

“Jadi jika Anda ingin berbisnis dengan harga yang kompetitif, logistik yang murah, sambil membantu kami menekan angka kemiskinan, serta ramah lingkungan datanglah ke Indonesia,” ujarnya.

Biaya Murah

Menko Luhut mencontohkan di Indonesia harga listrik dari hydro power ini bisa dengan hanya 2-4 sen per kilowatt hour.

“Kemungkinan setelah 20 tahun, harganya bisa turun hingga di bawah 2 sen per kilowatt hour. Bandingkan dengan tetangga kita Australia yang juga punya hydro power tetapi lokasi nya ditengah, sehingga biaya transportasinya lebih mahal. Di Jepang dan Cina juga masih lebih mahal,” jelasnya.

Badische Anilin- und Soda-Fabrik (BASF) didirikan pada tahun 1865, produk-produk BASF terbagi menjadi lima bidang bisnis, bahan kimia, produk khusus, bahan dan solusi fungsional, solusi pertanian, dan minyak dan gas. Pada 2017, penjualan global BASF sekitar 64,5 miliar euro. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: BASFIndustri BateraiIndustri Mobil ListrikKemenkomaritimKerjasama Indonesia-Jerman
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.