• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Rp125,2 Triliun Modal Asing Kabur dari Indonesia, BI Injeksi Pasar Keuangan Rp300 Triliun

by Redaksi Asiatoday
March 25, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dana Asing Masuk Indonesia Capai Rp192,5 Triliun

Gubernur Bank Indonesia (BI), PerryWarjiyo. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan modal asing yang keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik dari awal tahun mencapai Rp125,2 triliun. Hal ini terjadi sebagai imbas dari pandemi global wabah coronavirus (Covid-19).

“Tahun ini, total aliran modal asing yang keluar baik dari SBI (Sertifikat Bank Indonesia), SBN (Surat Berharga Negara), obligasi korporasi, saham, mencapai Rp125,2 triliun,” jelas Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Mayoritas modal asing yang kabur terjadi pada instrumen portofolio SBN sebanyak Rp112 triliun. Kemudian saham, investor asing telah menjualnya sebesar Rp9,2 triliun.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Modal asing yang kabur sejak awal tahun hampir sebagian besar terjadi di Maret yang totalnya Rp104,7 triliun dari Rp125,2 triliun,” jelasnya.

Menurutnya, modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi lantaran para investor merasa panik terhadap situasi global. Pasalnya, dinamika penyebaran virus corona atau covid-19 berdampak pada melemahnya perekonomian di seluruh negara.

“Kepanikan di dunia global masih tinggi, kami akan pantau terus. Di Amerika Serikat, Eropa, juga masih terjadi kepanikan global,” imbuh Perry.

Meski demikian, Perry memastikan Bank Indonesia akan terus berada di pasar untuk memantau stabilitas nilai tukar.

Di tengah merebaknya virus corona, bank sentral meningkatkan intensitas triple intervention, baik di transaksi domestic non deliverable forward (DNDF), spot, maupun pembelian SBN di pasar sekunder.

Perry menjelaskan, Bank Indonesia telah menggelontorkan likuiditas untuk menginjeksi pasar keuangan dan perbankan hampir Rp300 triliun. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah.

Suntikan likuiditas tersebut dilakukan melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebanyak Rp168 triliun. Kemudian menginjeksi transaksi repo surat berharga perbankan sekitar Rp55 triliun.

“Kemudian dari penurunan GWM (Giro Wajib Minimum) awal tahun maupun yang akan berlaku di April ini kurang lebih sekitar Rp75 triliun,” ujar Perry.

Kendati demikian, Perry memastikan cadangan devisa yang dimiliki Bank Indonesia lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar.

Ke depannya, bank sentral akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan kecukupan pasokan cadangan devisa demi stabilisasi rupiah.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah bagaimana kemudian ke depan menjaga kecukupan cadangan devisa dalam rangka menstabilkan nilai tukar rupiah. Apalagi dengan kepanikan di dunia global yang masih tinggi, kami akan pantau terus,” jelasnya.

Adapun posisi cadangan devisa pada akhir Februari 2020 tetap tinggi sebesar USD130,4 miliar atau setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Bank IndonesiaCorona IndonesiaCOVID-19Modal AsingPasar Saham
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.