• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Rusia Dukung Konsensus ASEAN untuk Akhiri Krisis Myanmar

by Redaksi Asiatoday
April 28, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
ASEAN Leaders Meeting Hasilkan 5 Poin Konsensus untuk Akhiri Krisis Myanmar

ASEAN Leaders Meeting yang diikuti oleh 10 pemimpin negara di Asia Tenggara pada Sabtu (25/4/2021) di Jakarta. Dok Setkab

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rusia  merespon positif ASEAN Leaders Meeting (ALM) di Jakarta yang menghasilkan konsensus untuk mengakhiri krisis di Myanmar.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan bahwa Pemerintah Rusia secara intensif terus mengamati langkah-langkah ASEAN dalam membantu Myanmar.

“Kami telah mengikuti secara dekat langkah ASEAN dalam memberikan solusi bagi situasi di Myanmar. Rusia sangat mendukung langkah ASEAN dan juga keputusan yang diambil dari pertemuan tingkat tinggi ASEAN,” kata Lyudmila dalam jumpa pers daring, Rabu (28/4/2021).

RelatedPosts

Indonesia Joins Global AI Alliance

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Lyudmila memandang, keputusan yang diambil ASEAN dapat membantu Myanmar mencapai solusi damai.

“Rusia memandang dialog inklusif semacam ini merupakan jalan terbaik untuk mengatasi situasi tersebut,” imbuhnya.

Sabtu pekan lalu, para pemimpin negara Asia Tenggara berkumpul untuk membahas situasi di Myanmar. Dalam kesempatan itu, hadir pula pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing.

Hasil pertemuan tersebut menghasilkan lima poin konsensus, dua di antaranya adalah mendorong junta militer menghentikan kekerasan terhadap demonstran dan rakyat sipil, dan juga segera membebaskan tahanan politik.

Myanmar terus bergejolak setelah militer mengambil alih kekuasaan sipil. Pemimpin sipil Aung San Suu Kyi ditahan beserta dengan beberapa orang lainnya. Hingga kini ia masih menjadi tahanan rumah.

Kudeta terjadi karena militer tidak menyetujui hasil pemilihan pada November 2020 lalu di negara itu. Hasil pemilu menunjukkan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi menang telak. (ATN)

Tags: ASEAN-RusiaKrisis MyanmarKTT ASEANRusia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Joins Global AI Alliance
  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.