• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Saham-saham di Bursa Asia Melonjak, Dolar AS Melemah

by Redaksi Asiatoday
February 2, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Saham-saham di Bursa Asia Melonjak, Dolar AS Melemah

Pergerakan saham di Bursa Asia. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Saham-saham di bursa Asia melonjak pada awal perdagangan Kamis pagi, sementara dolar Amerika Serikat (AS) melemah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan proses “disinflasi” sedang berlangsung, meningkatkan selera risiko dan harapan bahwa bank sentral AS akan segera mengakhiri rentetan pengetatan moneternya.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik di luar Jepang terangkat 0,84 persen, sedangkan Nikkei Jepang menguat 0,37 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,37 persen.

Indeks saham-sahan unggulan China CSI 300 terkerek 0,11 persen, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong naik hampir 1,0 persen.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Bank sentral AS mengumumkan kenaikan suku bunga 25 basis poin sesuai harapan setelah satu tahun kenaikan yang lebih besar dan mengatakan telah melewati periode sulit dalam perang melawan tingkat inflasi yang tinggi. Tetapi pembuat kebijakan memproyeksikan “peningkatan yang sedang berlangsung” dalam biaya pinjaman masih diperlukan.

Namun, pasar mengambil isyarat dovish dari komentar dari konferensi pers Powell. Itu membantu S&P 500 dan Nasdaq ditutup naik tajam semalam.

Ali Hassan, manajer portofolio & direktur pelaksana di Thornburg Investment Management, mengatakan Powell tampaknya mengabaikan kondisi keuangan yang lebih longgar sebagai perhatian dalam konferensi persnya.

“Ini adalah lampu hijau yang bisa dibeli pasar tanpa merasa bahwa mereka melawan The Fed.”

Fokus sekarang akan beralih ke pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) yang dijadwalkan pada Kamis waktu setempat dan kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan akan diambil oleh kedua bank sentral tersebut.

Ahli strategi Saxo Markets mengatakan ECB telah melampaui rekan-rekannya dalam hawkishness baru-baru ini, dan kemungkinan akan mengulanginya minggu ini.

BoE kemungkinan akan menjadi yang paling sulit mengingat perkiraan pasar yang bimbang serta ruang untuk pemungutan suara terpecah, kata mereka.

Di pasar mata uang, dolar AS meluncur lebih rendah menyusul pernyataan Powell, dengan indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, jatuh ke level terendah baru sembilan bulan di 100,80. Indeks terakhir di 100,98.

Euro naik 0,2 persen menjadi 1,1011 dolar. Yen menguat 0,22 persen menjadi 128,65 per dolar, sementara sterling diperdagangkan terakhir di 1,2372 dolar, turun 0,03 persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 1,5 basis poin menjadi 3,413 persen, sedangkan imbal hasil pada obligasi pemerintah 30-tahun naik 1,3 basis poin menjadi 3,563 persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun, yang biasanya bergerak sejalan dengan ekspektasi suku bunga, turun 0,2 basis poin menjadi 4,108 persen.

Emas spot bertambah 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.953,69 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sembilan bulan di 1.957 dolar AS per ounce sebelumnya. Minyak mentah AS naik 0,93 persen menjadi diperdagangkan di 77,12 per barel dan Brent berada di 83,48 dolar AS per barel, naik 0,77 persen. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Bursa Saham AsiaPasar Saham Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.