• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sanksi Barat Tak Berguna, Pendapatan Rusia Justru Naik Tajam

by Redaksi Asiatoday
August 29, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Putin Janjikan Kemenangan ‘Mulia’ dalam Perang Rusia di Ukraina

Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Rusia, Vladimir Putin tersenyum lebar lantaran sanksi yang dijatuhkan negara-negara barat tidak mampu melumpuhkan ekonomi Rusia.

Sebaliknya, Rusia justru menjelma menjadi negara adidaya dalam enam bulan terakhir karena ekonominya tumbuh secara signifikan.

Per Agustus 2022, tercatat enam bulan sudah Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina. Rusia mendapat sanksi tegas dari Eropa yang sebelumnya diprediksi bisa melumpuhkan ekonomi negara yang dipimpin Vladimir Putin tersebut.

RelatedPosts

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid

Pada 21 Agustus 2022, Putin mengatakan bahwa Barat akan menjadi pihak yang paling dirugikan oleh sanksi anti-Rusia yang digembar-gemborkan. Hal tersebut mengingat ekonomi global di mana dunia berkembang mencegah pengecualian negara atau pasar tertentu dari bidang produktif.

Dilansir dari Telesure English, Vladimir Putin, selama pertemuan dengan kepala Dinas Fiskal Federal, Daniil Yegorov, pada hari Kamis mengatakan bangga dengan pertumbuhan ekonomi Rusia dalam semester pertama tahun 2022.

Sektor energi dan gas alam menjadi yang paling berpengaruh atas peningkatan ekonomi Rusia. Laporan sebelumnya bahkan menyebut jika Rusia berhasil untung Rp2000 triliun hanya dari penjualan energinya saja. Meski demikian berdasarkan laporan terbaru, sektor non-migas juga mengalami peningkatan hingga 24 persen.

Di sisi lain, Daniil Yegorov mengungkapkan bahwa anggaran konsolidasi Rusia tumbuh sebesar 32 persen pada paruh pertama tahun 2022. (ATN)

Tags: RusiaVladimir Putin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.