• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Santan Kelapa Indonesia Mulai Eksis di Pasar Dunia

by Redaksi Asiatoday
August 11, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Santan Kelapa Indonesia Mulai Eksis di Pasar Dunia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Berbagai produk Indonesia terus dipacu agar menembus pasar dunia. Kali ini, produk olahan kelapa berupa santan asal Sumatera Selatan yang mulai menembus pasar ekspor dengan tujuan ke negera China, Hong Kong dan Thailand.

Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, untuk menembus pasar mancanegara tidak mudah karena komoditas pertanian harus memenuhi standar yang dipersyaratkan dengan kualitas dan keamanan pangan produk yang sangat ketat.

“Kami sangat antusias dengan kemajuan ini. Perkembangan ekspor santan kelapa dalam bentuk beku dari Sumsel meningkat sejak Juni 2019 seiring tingginya permintaan dari negara konsumen di Asia tersebut,” terangnya melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Adapun eksportir produk olahan kelapa itu adalah PT Kelapa Puncak Nusantara yang telah mengekspor mulai tahun 2018.

PT Kelapa Puncak Nusantara telah mengekspor sebanyak 757,7 ton dengan frekuensi pengiriman sebanyak 16 kali hingga Juli 2019. Adapun total nilai ekspor produk tersebut mencapai Rp2,85 miliar.

Perusahaan kemudian melanjutkan ekspor santan kelapa sebanyak 79,2 ton ke China dan 12,6 ton ke Hong Kong senilai total Rp1,07 miliar pada Sabtu, (10/8/2019) yang dilepas langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.

Menurut Rudi, santan kelapa di China dijadikan sebagai produk makan dan minuman, salah satunya coconut juice dan bahan baku pembuatan makanan dan kue kemasan.

Dia mengatakan perlu kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pelaku usaha agar produk perkebunan dapat lebih mudah menjajal pasar ekspor.

Dia mencontohkan Balai Karantina Pertanian harus memastikan kelayakan bahan baku, pasca produksi hingga produk siap diekspor serta memenuhi persyaratan fitosanitan.

“Sementara dari Dinas Perkebunan memfasilitasi ketersediaan bahan baku baik dari petani kelapa berupa kelapa batok maupun daging buah kelapa,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Disbun Sumsel, luas perkebunan kelapa di daerah itu mencapai 65.878 hektare dengan produksi sebanyak 57.298 ton kopra.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pihaknya mendukung langkah industri pengolahan kelapa di provinsi itu.

“Ekspor produk olahan patut diapresiasi karena akan berimbas pada ekonomi petani kelapa di Sumsel. Sebagai kepala daerah, saya sangat bangga, karena ini sebuah langkah besar yang berdampak langsung kepada para petani kelapa,” katanya.

Deru menilai penghiliran komoditas kelapa merupakan solusi untuk mengatasi masalah rendahnya harga jual kelapa di tingkat petani.

Dirinya juga mengingatkan semua pihak terkait untuk memberikan insentif kepada para pelaku usaha dalam bentuk memudahkan perizinan. Karena masih banyak komoditas lain yang memiliki nilai jual seperti halnya kelapa.

Kepala Balai Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan , tidak hanya negara Cina dan Hongkong yang menerima kelapa dari Sumsel namun jug Belanda dan Amerika Serikat.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Palembang, Bambang Hesti, menambahkan pihaknya mencoba mengatasi rendahnya harga kelapa dengan mencari nilai tambah.

“Jika sebelumnya yang di eskpor dalam bentuk kelapa bulat, maka kali ini ekspor dalam bentuk santan kelapa,” imbuhnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Santan Kelapa
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.