• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Satelit SpaceX Milik Elon Musk Diprotes China ke PBB

by Redaksi Asiatoday
December 29, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Satelit SpaceX Milik Elon Musk Diprotes China ke PBB

Satelit SpaceX Milik Elon Musk. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China mengajukan protes kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait keberadaan dua satelit SpaceX milik Elon Musk.

Pasalnya, satelit SpaceX mengancam stasiun luar angkasa China. Hal ini pun menandakan eskalasi ketegangan pada bidang antariksa AS-China.

Dilansir Bloomberg pada Selasa (28/12/2021), juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan dua satelit dari perusahaan AS yang didirikan oleh Elon Musk itu mendekati stasiun China pada Juli dan Oktober, memaksa astronot yang bertugas di pesawat untuk mengambil tindakan menghindar.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

“Pemerintah China telah menyampaikan kepada Sekjen PBB Antonio Guterres terkait insiden yang terjadi pada 3 Desember,” kata Zhao.

Dia menambahkan, AS tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan Perjanjian Luar Angkasa.

“Amerika Serikat yang menyerukan soal konsep tanggung jawab di luar angkasa, justru praktiknya mengabaikan kewajibannya berdasarkan perjanjian,” kata Zhao, seraya mengatakan bahwa insiden tersebut membahayakan para taikonaut, nama China untuk astronot.

Persaingan antariksa antara AS dan China semakin memanas dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal bulan ini, pejabat ilmuwan China mengatakan negaranya dapat mengirim astronot ke bulan untuk pertama kalinya pada 2030.

Hal itu diungkapkan hanya beberapa pekan setelah pejabat administrasi Joe Biden menetapkan tenggat waktu yang hampir sama, membuat kedua negara dengan dana misi luar angkasa terbesar berlomba.

SpaceX memiliki lebih dari 1.600 satelit Starlink di orbit. Musk yang juga CEO Tesla Inc., telah menerima konsesi kebijakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan bantuan pemerintah yang luas dalam membangun pabrik di Shanghai.

Perusahaan tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait komplain dari Beijing. Sementara itu, China telah meluncurkan pesawat luar angkasa Shenzhou-13 pada 16 Oktober yang dioperasikan oleh tiga astronot dalam misi enam bulan ke stasiun luar angkasa Tianhe, menurut Kantor Berita Xinhua. (ATN)

Tags: Space XUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.