• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Selain Nikel, Indonesia akan Hentikan Ekspor Mineral Mentah Lain

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Larangan Ekspor Nikel Untuk Tarik China Masuk Indonesia

Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Setelah menghentikan ekspor bijih nikel mulai 2020, Indonesia kembali akan mempercepat penghentian ekspor mineral mentah lainnya. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan di Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

“Kalau kita sudah ada investor yang masuk untuk hilirisasi di timah, di aspal, alumina, bauksit dan sebagainya, kenapa tidak kita hentikan ekspor,” tegas Luhut.

Menurut Luhut, keputusan untuk melarang ekspor mineral mentah lainnya akan diambil secara cermat dengan melihat seberapa besar kapasitas di dalam negeri. Pasalnya, selama ini Indonesia masih mengandalkan ekspor mineral mentah ke luar negeri, sehingga nilainya rendah.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Misalnya, selama ini hampir 98 persen nikel mentah diekspor ke China. Padahal, Indonesia bisa memprosesnya di dalam negeri.

“Kan bisa kalau mau diproses di dalam, dengan listrik yang lebih murah,” jelas Luhut.

Dengan pengolahan di dalam negeri kata Luhut, nikel bisa menghasilkan nilai sebesar US$ 34 miliar karena dijadikan baterai lithium dan daur ulang lithium. “Sekarang sudah lebih US$ 10 miliar, jadi kira-kira yang lain juga akan dilihat angkanya,” Luhut menuturkan.

Luhut mengatakan ke depannya mesti ada pengorbanan untuk mendorong hilirisasi sehingga dalam beberapa tahun kedepan akan ada nilai tambah dari produk Indonesia. Saat ini, industri pengolahan nikel tengah dikembangkan, salah satunya di Morowali, Sulawesi Tengah.

Dengan pengembangan industri mineral. kata Luhut, imbasnya bukan hanya kepada nilai tambah produk namun juga kepada lapangan kerja.

Saat ini kata Luhut, pemerintah sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa pihak dari beberapa negara untuk memproses bauksit dan alumunium di dalam negeri. Untuk bauksit saja, ia membidik investasi lebih dari US$ 10 miliar. Penjajakan juga dilakukan untuk konsentrat tembaga.

“Itu sama juga. Pengalaman Freeport, masa 50 tahun nggak ada nilai tambah. Mau kita ulangi lagi kebodohan kita? Tentu tidak,” ketus Luhut.

Luhut mengatakan, Indonesia sudah mengalami pertumbuhan ekspor negatif sejak triwulan I 2019 lantaran terimbas penurunan harga komoditas seperti minyak sawit, batubara, hingga karet.

“Karena kita bergantung kepada harga komoditas dan enggak ada added value,”tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor MineralLarangan Ekspor NikelLuhut Binsar PandjaitanMinerbaTambang IndonesiaTambang Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.