• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sikap Indonesia Hadapi Rivalitas AS-China dan Situasi Taiwan

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Belanda Buka Akses Pasar Seluasnya untuk Komoditi Sawit dari Indonesia

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. Dok Kemlu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia sangat mengkhawatirkan terus meningkatnya rivalitas diantara kekuatan besar, Amerika Serikat (AS) dan China.

“Jika rivalitas ini tidak dikelola dengan baik, maka akan dapat berujung pada konflik terbuka yang sudah dapat dipastikan perdamaian dan stabilitas, termasuk di Taiwan Strait,” kata Menlu Retno saat pertemuan tingkat Menteri ASEAN-China yang diselenggarakan di Phnom Penh, Kamis (4/8/2022).

Indonesia menyampaikan penghormatan terhadap prinsip “One China Policy”, sebagaimana juga disampaikan oleh negara anggota ASEAN lainnya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Menlu Retno mendorong agar semua pihak menahan diri tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi.

Lebih lanjut Menlu Retno menyampaikan bahwa saat ini dunia memerlukan kearifan (wisdom) dan tanggung jawab (responsibilities) agar perdamaian dan stabilitas terjaga.

Bicara mengenai perdamaian dan stabilitas, dua hal yang ditekankan oleh Menlu Retno adalah pentingnya menjaga trust, dimana Indonesia menekankan pentingnya China menjadi bagian dari kerja sama konkrit pelaksanaan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Selain itu, penghormatan terhadap hukum internasional juga ditekankan oleh Menlu RI, termasuk penghormatan terhadap UNCLOS 1982.

Dalam pertemuan diadopsi Rencana Aksi Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-China yang antara lain berisi aksi untuk menindaklanjuti ASEAN Outlook on the Indo-Pacific bersama China.

“Indonesia tetap menganut kebijakan ‘One China Policy’,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah dalam keterangannya di situs Kemlu RI, Kamis (4/8/2022).

Keterangan Kemlu RI tanpa menyebut nama Pelosi dan kunjungannya ke Taiwan. Namun yang jelas, keterangan Kemlu RI terbit usai kunjungan Pelosi ke Taiwan dan berkembangnya situasi di Taiwan.

Taiwan adalah pulau di tenggara daratan China. Pemerintahan di Taiwan saat ini adalah kelanjutan dari Partai Nasionalis Kuomintang pimpinan Chiang Kai-sek, yang kalah perang melawan Partai Komunis China pimpinan Mao Zedong, pada 1949.

Sejak saat itu, Taiwan menjadi negara demokratis, beribu kota di Taipei, merasa punya kedaulatan terlepas dari kontrol RRC. Namun, di sisi lain, RRC merasa bahwa Taiwan adalah bagian darinya.

“RI hanya mengakui 1 China, tidak ada 2 China,” kata Faizasyah.

Sebelumnya, Pelosi dan rombongannya, yang mencakup enam anggota parlemen AS lainnya, tiba di Taipei pada Selasa (2/8) tengah malam waktu setempat. Pada Rabu (3/8) pagi, Pelosi mengunjungi parlemen Taiwan kemudian kantor kepresidenan Taiwan untuk bertemu Presiden Tsai Ing-wen.

Kunjungan yang dilakukan di tengah rentetan ancaman dan peringatan keras China ini, menjadikan Pelosi dari Partai Demokrat AS ini sebagai pejabat AS dengan posisi tertinggi yang mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun terakhir.

Kedatangan Pelosi ke Taiwan itu disambut China dengan latihan militer. Militer China mengatakan dalam siaga tinggi sebagai tanggapan kunjungan tersebut.

Kini Pelosi telah meninggalkan Taiwan usai menuntaskan kunjungan kontroversial yang memancing amarah China. (ATN)

Tags: Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.