• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Silicon Valley Bank Ambruk Dongkrak Harga Emas dan Perak

by Redaksi Asiatoday
March 14, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Mulai Perdagangkan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka

Komoditi Emas. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, CHICAGO – Ambruknya Silicon Valley Bank (SVB) memicu lonjakan harga emas dan perak pada Senin (13/3/2023), karena daya tarik safe haven menarik investor yang khawatir akan terjadinya krisis.

Namun di sisi lain, kasus Silicon Valley Bank memicu harapan Federal Reserve AS (The Fed) akan mengerem kebijakan moneter agresifnya.

Harga emas di pasar spot melonjak 2,44% menjadi US$ 1.921,63 per ons, tertinggi sejak awal Februari. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 2,6% menjadi US$ 1.916,50.

RelatedPosts

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

Logam mulia lainnya perak naik 6,16% menjadi US$ 21,7741 per ons, platinum melonjak 4,03% menjadi US$ 997,8473, dan paladium bertambah 6,92% menjadi US$ 1.474,2458.

Dolar AS dan imbal hasil Treasury atau obligasi pemerintah AS memperpanjang penurunannya meskipun ada upaya dari regulator untuk mengendalikan gejolak Silicon Valley Bank dan Signature Bank.

“Emas sangat memenuhi mandatnya sebagai safe haven,” kata Kepala Strategi Pasar Komoditas TD Securities Bart Melek dikutip CNBC International.

Dia mengatakan banyak investor mencari logam mulia sebagai tempat berlindung yang aman terhadap volatilitas pasar keuangan dan komoditas.

Trader tidak lagi mengharapkan kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 50 basis poin minggu depan. Proyeksi saat ini adalah kenaikan 25 basis poin. Beberapa trader bahkan tidak mengharapkan kenaikan sama sekali. Hal ini membuat emas lebih menarik.

“Masa depan harga emas sangat bergantung pada apakah tindakan Fed terbukti efektif. Jika kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dianggap sebagai insiden terisolasi, emas mungkin kehilangan sebagian keuntungannya,” kata dealer logam mulia di Heraeus Alexander Zumpfe.

“Namun jika krisis terus menular dan mengarah pada pembalikan berkelanjutan kebijakan Fed, emas mungkin tetap diminati.” (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: EmasPerakSilicon Valley Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.