• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Silkroad dan Tsingshan Teken Kontrak Rp1,3 Triliun Jual Beli Nikel di Morowali

by Redaksi Asiatoday
March 20, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Smelter di Morowali Hanya Keruk Nikel, Kontribusi ke Daerah Nol

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), salah satu smelter nikel terbesar di Indonesia yang merupakan investasi China di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan Singapura Silkroad Nickel Ltd dan produsen baja nirkarat asal China, PT Ekasa Yad Resources, salah satu unit dari Tsingshan Holding Group, telah menandatangani kontrak senilai USD90 juta atau senilai Rp1,3 triliun untuk jual beli nikel kadar tinggi dari tambang Morowali.

Silkroad akan mengirim pasokan bijih nikel minimum ke Tsingshan sebesar 50.000 ton per bulan mulai dari Maret 2021 sampai dengan Desember 2022.

Tsingshan akan menggunakan bijih nikel untuk membuat bahan baku nickel pig iron (NPI) di Indonesia dan perusahaan itu juga tengah menjajaki proyek pengolahan nikel yang menghasilkan bahan kimia untuk produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

“Kami sedang menyiapkan pengiriman pertama ke Tsingshan dalam dua pekan ke depan dan menargetkan secara bertahap produksinya dari April 2021 dan seterusnya untuk memenuhi komitmen baru tersebut,” ujar Chief Executive Silkroad Hong Kah Ing, dikutip dari Kitco.com dari Reuters, Senin (15/3/2021).

“Bijih nikel diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi peningkatan permintaan dari berkembangnya industri baterai kendaraan listrik,” jelasnya.

Silkroad yang pada Januari lalu juga menandatangani perjanjian penjualan bijih nikel selama 10 tahun ke Ganfeng Lithium, bermaksud menggunakan sebagian dari hasil kesepakatan dengan Tsingshan untuk membangun smelter rotary kiln electric furnace (RKEF) untuk produksi NPI.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa PT Freeport Indonesia tengah melakukan finalisasi perjanjian kerja sama dengan Tsingshan Steel untuk membangun smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Freeport dan perusahaan asal China tersebut akan menandatangani kontrak dengan nilai investasi sebesar USD2,8 miliar atau setara Rp39,2 triliun.

“Tsingshan dan Freeport akan teken kontrak USD2,8 miliar untuk smelter,” kata Luhut di forum dialog khusus di IDX Channel, Rabu (3/2/2021).

Menurut Luhut, smelter tembaga yang akan dibangun Tsingshan dan Freeport nantinya juga menghasilkan produk sampingan berupa asam sulfat yang bisa menjadi bagian material pembuatan baterai litium.

“Keduanya akan membuat smelter tembaga yang sebagian akan menghasilkan asam sulfat.  Ini asam sulfat akan menjadi bagian litium baterai,” jelasnya.

Luhut juga menyebutkan, di Weda Bay rencananya juga dibangun smelter bijih nikel untuk bahan baku baterai. Jika berjalan sesuai rencana, smelter nikel sudah akan beroperasi dan memproduksi litium baterai pada 2023. (ATN)

Tags: Bijih NikelIndonesia Morowali Industrial ParkNikelSilkroad NickelTsingshan Corp
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.