• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Singapura Alami Resesi Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
July 14, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Totalitas Singapura dalam Menghadapi Wabah Corona

Negeri Singapura. istimewa

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negeri Singapura mengalami resesi ekonomi untuk pertama kalinya sejak 2009 setelah laju perekonomiannya minus selama dua kuartal berturut-turut.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) pada Selasa (14/7) pagi mengumumkan data awal (prelimenary) pertumbuhan ekonomi Singapura anjlok 41,2 persen pada kuartal II 2020 dibandingkan kuartal sebelumnya. Sejumlah analis menilai kinerja kuartalan itu merupakan yang terburuk selama pencatatan.

Secara tahunan, ekonomi Singapura juga terkontraksi 12 persen. Penurunan itu lebih dalam dibandingkan kuartal I 2020 yang minus 0,7 persen.

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

MTI mengungkapkan pembatasan aktivitas yang diterapkan selama awal April hingga awal Juni untuk mencegah penyebaran wabah virus corona. Kebijakan itu menyebabkan sejumlah bisnis menutup operasionalnya sementara.

Para analis menilai kinerja ekonomi Singapura menjadi sinyal peringatan penurunan laju ekonomi global.

“Ini merupakan data kuartalan terburuk selama 55 tahun sejarah Singapura,” ujar Ekonom CIMB Private Banking Song Seng Wun mengutip AFP.

Song tidak terkejut karena Singapura merupakan negara yang kecil yang sangat bergantung pada perdagangan barang dan jasa.

Jika dirinci, sektor konstruksi mengalami pukulan terbesar dengan kontraksi sebesar 54,7 persen secara tahunan dan 95,6 persen secara kuartalan.

Kemudian, sektor jasa turun 13,6 persen secara tahunan mengingat sektor jasa terkait pariwisata dan angkutan udara babak belur oleh pembatasan perjalanan.

Sementara, sektor manufaktur masih mampu ekspansi 2,5 persen secara tahunan karena dorongan dari industri biomedis.

Data awal tersebut diperoleh berdasarkan estimasi. Angka tersebut biasanya akan direvisi setelah seluruh data kuartal terkumpul. (ATN)

Tags: Resesi EkonomiResesi GlobalResesi Singapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.