• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

SoftBank Group Batal Investasi di Ibu Kota Baru Indonesia

by Redaksi Asiatoday
March 12, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemindahan Ibu Kota Indonesia Telan Anggaran Rp500 Triliun

Desain ibukota baru Indonesia di Kalimantan ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – SoftBank Group batal berinvestasi di proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru Indonesia.

SoftBank Group mengumumkan pembatalan investasi itu pada Jumat (11/3/2022) sebagaimana dikutip dari asia.nikke.com.

Meski membatalkan rencana investasi di IKN, SoftBank tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, Softbank berencana untuk menanamkan modal hingga USD30 miliar atau setara Rp409,4 triliun di Ibu Kota Negara (IKN) baru Indonesia.

“Presiden akan membuat keputusan Februari. Negosiasi kami angkanya sekitar USD30 miliar,” ujar Luhut di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (17/01/2020).

Menurut Luhut, rencana ini akan dibahas lebih lanjut dengan Presiden SoftBank Masayoshi Son. Luhut berharap investasi perusahaan asal Jepang ini bisa digunakan untuk membangun fasilitas penunjang di ibu kota baru.

Sementara untuk pusat pemerintahan, Luhut menegaskan akan dibiayai dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kurang lebih anggaran yang disiapkan sebesar Rp100 triliun.

“Kami mau menggunakan APBN. Kami tidak mau pembangunan kantor presiden dan kantor pemerintahan dibayarin orang,” tegasnya.

Pembangunan infrastruktur dasar dan pusat pemerintahan akan dikerjakan Kementerian PUPR. Di antaranya, kompleks Istana Kepresidenan, Gedung DPR/MPR, Gedung Mahkamah Agung, Gedung Mahkamah Konstitusi, Gedung Kementerian/Lembaga dan rumah dinas.

Sementara, pembangunan klaster pendidikan, klaster kesehatan, klaster riset dan inovasi, serta pusat keuangan dan fasilitas publik lain menggunakan skema Public Private Partnerships (PPP) atau Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Luas lahan pembangunan ibu kota baru mencapai 256 ribu hektare (ha) dengan total wilayah keseluruhan 410 ribu hektare. Di dalamnya terdapat pusat pemerintahan seluas 56 ribu ha dan area terbatas seluas 5.600 hektar. (ATN)

Tags: Ibu Kota BaruSoftBank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.