• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Sri Lanka Kian Membara, PM Mahinda Rajapaksa Mundur dari Jabatannya

by Redaksi Asiatoday
May 10, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sri Lanka Kian Membara, PM Mahinda Rajapaksa Mundur dari Jabatannya 1

Perdana Menteri Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa. Dok

ASIATODAY.ID, COLOMBO – Situasi di negeri Sri Lanka kian membara. Dua orang, termasuk seorang anggota parlemen, tewas di tengah situasi krisis yang berlarut di negara itu.

Seorang pejabat kepolisian mengatakan bahwa kedua orang itu tewas akibat satu insiden yang melibatkan salah satu anggota parlemen dari partai berkuasa, Amarakeerthi Athukorala.

Ia menjabarkan bahwa kejadian bermula ketika Athukorala melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang menghalangi mobilnya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Akibat tembakan itu, dua orang terluka. Salah satu di antaranya kemudian tewas akibat luka yang ia derita.

“Anggota parlemen itu kemudian bunuh diri dengan pistolnya,” kata pejabat kepolisian itu kepada AFP, Senin (9/5/2022).

Sementara itu, aksi demonstrasi di Colombo pada Senin kembali diwarnai kerusuhan.

Juru bicara Rumah Sakit Nasional Kolombo, Pushpa Soysa, melaporkan 138 orang dilarikan ke tempatnya bekerja karena terluka dalam demonstrasi.

Di tengah kericuhan ini, Perdana Menteri Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Gotabaya Rajapaksa.

“Perdana menteri sudah mengirimkan surat pengunduran dirinya ke presiden,” ujar seorang pejabat Sri Lanka kepada Reuters.

Meski demikian, belum ada keterangan resmi, baik dari Mahinda maupun Presiden Gotabaya Rajapaksa.

Mahinda sendiri merupakan adik kandung Gotabaya. Sejumlah pihak, termasuk demonstran dan anggota parlemen dari partai berkuasa, sudah mendesak Mahinda untuk mundur sejak krisis mulai membara bulan lalu.

Mahinda sempat menolak dengan dalih ia mengantongi dukungan parlemen pada akhir April lalu. Saat itu, ia menegaskan tak akan mengundurkan diri meski desakan warga kian besar.

“Mayoritas anggota parlemen menginginkan saya. Mungkin ada beberapa yang ingin saya mundur. Orang harus sabar mengatasi krisis ini,” ujar Mahinda saat itu.

Ia kemudian menegaskan, “Tak mungkin ada pemerintahan sementara tanpa saya sebagai perdana menteri.”

Namun, masyarakat dan sejumlah anggota parlemen terus menuntut Mahinda mengundurkan diri. Tuntutan itu semakin nyaring setelah salah satu demonstran, Chamida Lakshan, tewas akibat tembakan polisi.

Salah satu mantan pendukung setia Gotabaya yang juga anggota parlemen Sri Lanka, Nalaka Godahewa, mengatakan bahwa presiden harus memecat perdana menteri.

Menurut dia, pemerintah kehilangan kredibilitasnya usai polisi menembak salah satu pedemo itu.

“Kita harus memulihkan stabilitas politik agar berhasil melewati krisis ekonomi ini. Seluruh kabinet, termasuk perdana menteri, harus mengundurkan diri. [harus ada] Kabinet sementara yang bisa memenangkan kepercayaan semua pihak,” ucap dia.

Perombakan kabinet ini dianggap penting di tengah krisis ekonomi akut yang mencekik Sri Lanka. Krisis itu kian buruk akibat pandemi Covid-19. (ATN)

Tags: Mahinda RajapaksaSri Lanka
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.