• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Status Darurat Covid-19 di Tokyo Siap Dicabut Mulai Senin

by Redaksi Asiatoday
May 24, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jepang Perpanjang Masa Darurat Covid-19

Mobilitas sosial di Jepang. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan akan segera mencabut status darurat di wilayah sekitar Tokyo dan pulau utara Hokkaido pada, Senin (25/5/2020). Langkah ini menyusul tidak adanya kasus baru Covid-19.

Tokyo melaporkan hanya 2 kasus baru pada, Sabtu (23/4/2020). Angka itu menjadi yang terendah sejak status darurat diumumkan pada awal April 2020 di kota berpenduduk 14 juta orang tersebut.

Melansir Bloomberg Minggu (24/5/2020), otoritas setempat berencana mengakhiri keadaan darurat awal pekan depan apabila data itu masih bertahan. Keputusan itu akan lebih awal sepekan dari jadwal dan memungkinkan para pebisnis di wilayah Tokyo dapat memulai kembali usahanya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat di ibu kota dan beberapa daerah lain mulai 7 April 2020, yang kemudian meluas ke seluruh Jepang. Sejak pertengahan Mei 2020, Abe mulai mencabut status darurat di wilayah yang mengalami penurunan kasus infeksi baru.

Tokyo menjadi wilayah yang paling parah terpapar Covid-19 di negeri itu. Tokyo, dengan prefektur sekitar Chiba, Kanagawa, dan Saitama, memiliki populasi gabungan sekitar 35 juta orang dan hasil tahunan USD1,7 triliun sehingga menjadikan wilayah itu ekonomi terbesar ke-11 di dunia.

Kendati demikian, Jepang tidak dapat menerapkan gaya lockdown seperti Eropa karena tidak sesuai dengan aturan kebebasan sipil yang diabadikan dalam konstitusi pasca perang. Dalam kondisi darurat, pemerintah daerah dapat memerintahkan bisnis tutup atau beroperasi dalam waktu yang lebih singkat dan meminta warga untuk tinggal di rumah.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike telah menetapkan pedoman untuk mengurangi risiko karena orang secara bertahap kembali beraktivitas setelah tertahan hampir tujuh minggu.

Negara tetangganya, Korea Selatan, mengalami peningkatan penyebaran di antara pengunjung klub malam setelah pembatasan dilonggarkan.

Sementara itu, Abe berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan gelombang kedua infeksi yang menurut para ahli tidak dapat dihindari. (ATN)

Tags: Corona AsiaCoronavirusCOVID-19JepangTokyo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.