• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home TRAVEL/TOURISM

Status TN Komodo Tidak Pasti, Industri Pariwisata Kebingungan

by Redaksi Asiatoday
September 10, 2019
in TRAVEL/TOURISM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Status TN Komodo Tidak Pasti, Industri Pariwisata Kebingungan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Pariwisata Arief Yahya merespon adanya wacana penutupan Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak pasti. Pasalnya, hal itu menciptakan dampak buruk bagi industri pariwisata karena para pelaku industri dilanda kebingungan.

Bahkan, sejumlah agen perjalanan wisata enggan menjual paket perjalanan kapal pesiar (cruise) ke Taman Nasional Komodo.

“Perlu ada kepastian soal status Taman Nasional Komodo ini. Kalau dibilang mau ditutup, mau enggak ditutup, lalu mau ditutup lagi, customer bingung. Padahal sekali masuk kapal pesiar bisa bawa ribuan wisman,” ujar Arief di Jakarta, Senin (9/9/2019).

RelatedPosts

Bali Branded Unsafe as South Korea Issues Travel Warning

War Fallout Dims Dubai’s Glitter

Middle East War Shocks Global Travel: Over 4,500 Foreign Tourists Stranded in Thailand

Menurut Arief, selama ini wisman yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo menggunakan kapal pesiar telah melakukan pemesanan atau memastikan kunjungannya sejak lama.

“Mereka biasanya beli paket setahun sebelumnya,” ungkapnya.

Arief memandang, wacana mengenai penutupan Taman Nasional Komodo sudah seharusnya dibahas secara tertutup oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu, dia menyesalkan adanya pejabat publik yang membawa wacana tersebut hingga akhirnya terekspos di publik.

Sementara itu Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti menyebut, hal utama yang disorot oleh Kemenpar adalah kepastian mengenai penutupan Taman Nasional Komodo hingga saat ini.

“Kalau tidak ada kepastian, industri ini bingung, ini mau membawa orang ke sana tutup atau tidak? Akibatnya goyah industri ini,” imbuhnya.

Menurut Guntur, pelaku industri pariwisata memahami bahwa penutupan Taman Nasional Komodo punya tujuan baik, untuk konservasi. Namun, tidak adanya ketidakpastian membuat kondisi menjadi gaduh dan menimbulkan keresahan.

“Buat kami yang penting kepastian karena kalau tidak pasti industri resah, karena Komodo menjadi daya tarik wisata tapi Komodo juga perlu dilestarikan baik alam, hewan, dua-duanya kebijakannya bagus tapi kami butuh kepastian,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Labuan BajoTaman Nasional KomodoWisata IndonesiaWisata KomodoWisata Konservasi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.