• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Stimulus Biden Lambungkan Harga Bitcoin Hingga USD61.000

by Redaksi Asiatoday
March 14, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bitcoin Ancam Stabilitas Ekonomi Asia, Indonesia dan India Gagas Mata Uang Digital

Bitcoin, salah satu aset kripto. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Nilai tukar Bitcoin kembali memecahkan rekor.

Stimulus ekonomi Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang diluncurkan oleh Joe Biden melambungkan nilai tukar Bitcoin hingga USD61.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Dilansir dari Bloomberg, harga Bitcoin di New York menembus USD61.080 pada Minggu (14/3/2021) waktu setempat. Sejumlah pengamat menyebutkan, lonjakan harga mata uang kripto tersebut disebabkan oleh langkah Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang bantuan pandemi senilai USD1,9 triliun.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Kondisi ini membuat para investor makin mengabaikan risiko pergerakan harga yang cenderung spekulatif dari mata uang kripto.

Sekadar catatan, setelah mengakhiri tahun lalu dengan lonjakan pada kuartal keempat sebesar 170 persen menjadi sekitar USD29.000, Bitcoin meroket menjadi USD40.000 pada pekan pertama 2021.

“Ketahanan Bitcoin terbukti menjadi legenda. Setiap koreksi adalah kesempatan untuk mengatur ulang dan memulai kembali pergerakan ke atas,” kata Antoni Trenchev, salah satu pendiri Nexo di London.

Adapun, nilai tukar Bitcoin naik sekitar 1.000 persen dalam satu tahun terakhir di tengah tanda-tanda meningkatnya minat sejumlah institusi seperti salah satunya Tesla yang mendorong investor ikut memburunya.

Para investor kini menjadikan mata uang kripto sebagai aset safe haven yang mirip dengan emas, sehingga dapat bertindak sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan nilai tukar dolar AS.

Investor miliarder Mike Novogratz, yang menjalankan Galaxy Digital Holdings Ltd., mengatakan bahwa Bitcoin dapat mencapai USD100.000 pada akhir tahun.

“Penerbitan stimulus dan dukungan tanpa henti Elon Musk menjadi sebagian sentimen yang mengirim Bitcoin naik di atas level USD60.000,” kata Ed Moya, analis pasar senior di Oanda Corp.

Kendati demikian, sejumlah pakar memperingatkan bahaya gelembung (bubble) dari aset semacam mata uang kripto. Fenomena tersebut, sempat terjadi pada medio 2017-2018. (ATN)

Tags: BitcoinCryptocurrencyKripto
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.