• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Suhu Air Laut Menghangat, Hambat Pertumbuhan Karang di Great Barrier Reef

by Redaksi Asiatoday
January 13, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Suhu Air Laut Menghangat, Hambat Pertumbuhan Karang di Great Barrier Reef

Sejumlah spesies karang yang tumbuh dengan cepat di Great Barrier Reef memperlambat laju pertumbuhannya saat terpapar air hangat. Dok Xinhua/Institut Ilmu Kelautan Australia

ASIATODAY.ID, CANBERRA – Air bersuhu hangat menghambat pertumbuhan spesies karang yang tumbuh dengan cepat di terumbu karang Great Barrier Reef, demikian ditemukan dalam sebuah studi.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Rabu (11/1/2023), para ilmuwan dari Institut Ilmu Kelautan Australia (Australian Institute of Marine Science/AIMS) menemukan bahwa karang yang tumbuh dengan cepat di terumbu karang ikonis itu kemungkinan akan terkena dampak ganda berupa tingkat kematian yang tinggi dan pertumbuhan yang lambat dalam peristiwa-peristiwa tekanan suhu panas akut.

Temuan lembaga pemerintah tersebut merupakan sebuah pukulan besar bagi prospek kelangsungan hidup jangka panjang terumbu karang itu di saat wilayah laut di dunia terus menghangat.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Menurut Program Pemantauan Jangka Panjang AIMS, peningkatan cakupan karang di wilayah utara dan tengah terumbu karang itu baru-baru ini sebagian besar didorong oleh spesies yang tumbuh dengan cepat. Spesies-spesies tersebut umum ditemukan tetapi lebih rentan terhadap gelombang panas laut.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa karang meja (table corals) yang tumbuh dengan cepat dan sangat penting bagi pemulihan terumbu karang ini telah mengembangkan strategi yang sempurna untuk memaksimalkan pertumbuhan di lingkungan mereka saat ini,” ungkap Juan Ortiz, penulis senior dari studi tersebut, dalam pernyataannya dilansir Xinhua.

“Namun, temuan awal ini dapat mengindikasikan bahwa mereka memiliki potensi yang terbatas untuk beradaptasi dengan kondisi yang lebih panas di masa depan.”

Ortiz dan timnya menggunakan Simulator Laut Nasional AIMS untuk melacak pertumbuhan empat spesies karang dari satu bagian terumbu karang pada 10 tingkatan suhu yang berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius selama satu bulan.

Para ilmuwan itu terkejut dengan betapa konsistennya koloni individual dari spesies karang yang sama merespons suhu.

Ortiz mengatakan bahwa tim terreef.sebut selanjutnya akan memperluas penelitian itu dengan melibatkan lebih banyak spesies dari berbagai bagian terumbu karang.

“Variabilitas yang rendah dalam respons mereka terhadap suhu dapat mempersulit karang untuk mengembangkan toleransi panas yang lebih tinggi secara alami. Untuk mengetahui lebih banyak, kita perlu memahami apa yang terjadi pada skala yang lebih besar dan pada lebih banyak spesies,” sebutnya. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Global WarmingGreat Barrier ReefKonservasi LautTerumbu Karang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.