ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Pemandangan memilukan terus terjadi di Sungai Gangga, India. Pasalnya, jumlah mayat korban Covid-19 yang terdampar di tepian Sungai makin bertambah.
Seperti dilaporkan BBC, Rabu (12/5/2021), lebih dari 50 mayat telah ditemukan di Gahmar, Uttar Pradesh selama beberapa hari terakhir.
Pada Senin, setidaknya 40 mayat ditarik dari sungai sekitar 55 km ke hilir dari Gahmar. Bagaimana jenazah itu sampai di sana tidak jelas. Tetapi diperkirakan mereka adalah korban Covid-19. Identitas mereka tidak diketahui.
Pada Selasa, seorang jurnalis lokal mengatakan kepada BBC Hindi bahwa banyak mayat telah terdampar di tanggul di desa Gahmar selama beberapa hari.
Penduduk setempat telah mengeluhkan tentang bau mayat selama beberapa hari terakhir tetapi pihak berwenang hanya mengambil tindakan setelah mendengar berita tentang mayat yang ditemukan di hilir di negara bagian Bihar pada hari Senin.
Polisi di Gahmar telah menarik mayat keluar dari sungai dengan tongkat. Sekitar 25-30 mayat yang membusuk telah dievakuasi dan dikubur sejak tengah malam.
Media setempat, NDTV melaporkan Hakim Distrik Ghazipur, MP Singh, mengatakan penyelidikan telah diluncurkan untuk mengetahui bagaimana mayat-mayat itu sampai di sana.
“Kami mendapat informasinya, petugas kami hadir di tempat dan penyelidikan sedang dilakukan. Kami berusaha mencari tahu dari mana asalnya,” katanya.
Pada Senin, para pejabat mengkonfirmasi setidaknya 40 mayat telah terdampar di tepi sungai di Buxar, di perbatasan antara negara bagian Bihar dan Uttar Pradesh.
Beberapa laporan media menyatakan sebanyak 100 mayat telah ditemukan, dan kondisi mereka menunjukkan bahwa mereka mungkin berada di sungai selama beberapa hari. Seorang pejabat mengatakan jenazah akan dikuburkan atau dikremasi.
Gelombang kedua virus menyerang beberapa bagian India, dengan kematian meningkat secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian besar krematorium di negara itu kehabisan ruang.
India kini menjadi episentrum pandemi global dan telah mencatat lebih dari 22 juta kasus dan 249.992 kematian. Namun para ahli yakin jumlah korban tewas sebenarnya bisa jauh lebih tinggi. (ATN)
