• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Sungai Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati di Waduk PLTA Koto Panjang

by Redaksi Asiatoday
October 25, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Sungai Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati di Waduk PLTA Koto Panjang

ASIATODAY.ID, PADANG – Ribuan ikan mati di Sungai Maek, di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di Nagari Tanjuang Pauah dan Nagari Tanjuang Balik yang mengakibatkan

Hulu Sungai Maek merupakan salah satu sumber air yang mengisi waduk PLTA Koto Panjang, dan juga menjadi sumber kehidupan para nelayan yang mendiami sekitar waduk PLTA Koto Panjang.

Kematian massal ikan di sungai itu mulai terpantau sejak Minggu 20 Oktober 2019. Selain jenis ikan berukuran kecil, banyak ikan berukuran besar 1 meter juga mati dan mengeluarkan bau busuk.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Menurut Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumbar, Uslaini, saat ini timnya sedang melakukan pengecekan dan pengambilan sample air, lumpur dan ikan yang mati di hulu Batang Maek untuk diteliti di laboratorium guna mengetahui penyebab kematian ribuan ikan tersebut.

Sungai Tercemar Limbah, Ribuan Ikan Mati di Waduk PLTA Koto Panjang 1

“Saat ini dalam pengecekan lapangan yang dilakukan tim kami. Yang perlu kami sampaikan, fakta bahwa tidak jauh dari lokasi kematian ribuan ikan, beberapa ratus meter ke daerah hulu terdapat aktivitas pertambangan timah hitam milik salah satu perusahaan. Dugaan kami, limbah aktivitas tambang timah hitam tersebut dibuang ke sungai Maek yang mengakibatkan sungai tercemar dan mengakibatkan matinya ribuan ikan,” terang Uslaini, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/10/2019).

Selain itu kata Uslaini, ditemukan fakta bahwa aktivitas tambang timah hitam yang berada di kawasan Hutan Lindung tidak mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Fakta ini didapat setelah WALHI Sumbar mencocokkan data pemegang IPPKH yang didapat dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar.

Menurut Uslaini, jika masalah ini tidak ditangani dengan serius dan cepat oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, maka akan menimbulkan kerusakan ekosistem di aliran sungai Maek dan Waduk PLTA Koto Panjang serta mengancam mata pencaharian nelayan yang menggantungkan hidup di Batang Maek dan Waduk PLTA Koto Panjang.

“WALHI juga mendesak Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menindak pencemaran yang terjadi dan mendesak Gubernur Sumbar menangguhkan aktifitas tambang karena tanpa mengantongi IPPKH,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Nagari Tanjuang Pauah Taufik JS mengungkapkan, kematian ikan-ikan di sungai Maek telah masuk ke waduk PLTA Koto Panjang. Jika hal ini tidak ditangani dengan cepat akan berdampak luas pada nelayan dan masyarakat yang mengkonsumsi ikan hasil tangkapan di Waduk PLTA Koto Panjang.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pemerintah Provinsi Sumbar segera turun ke lokasi kematian ribuan ikan untuk menyelidiki penyebab kematian ikan-ikan,” kata Taufik.

Hal senada juga disampaikan Mushadi, Ketua Kelompok Nelayan Kampuang Tarandam.

“Kami merasa khawatir akan pencemaran yang terjadi sehingga mengakibatkan ribuan ikan mati di hulu Batang Maek, kami mendesak pemerintah segera bertindak dalam menangani persoalan ini,” tegasnya. (AT Network).

,’;\;\’\’
Tags: PLTASungai TercemarWalhi
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.