• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Kembangkan Alat Deteksi Virus Corona hanya dalam 15 Menit

by Redaksi Asiatoday
March 12, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Taiwan Kembangkan Alat Deteksi Virus Corona hanya dalam 15 Menit

Academia Sinica Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Academia Sinica Taiwan telah berhasil melakukan sintesis antibodi monoklonal untuk mengidentifikasi protein virus corona Wuhan (Covid-19). Penemuan tersebut merupakan sebuah langkah penting dalam memproduksi reagen untuk mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh manusia.

Dengan menggunakan metode ini, virus dapat dideteksi dalam waktu 15-20 menit, sedangkan tes konvensional yang dilakukan saat ini adalah tes dengan menggunakan pengujian asam nukleat yang membutuhkan waktu 4 jam dan harus dilakukan dengan alat khusus.

Dalam keterangan tertulis Kemlu Taiwan (MOFA) yang diterima Kamis (12/3/2020), Yang An-suei, ilmuwan Academia Sinica yang mengepalai program riset tersebut mengatakan kunci utama untuk mendeteksi keberadaan virus secara cepat adalah kemampuan reagen terkait untuk mengindentifikasi virus corona baru dengan akurat. Hanya dalam kurun waktu 19 hari, tim Academia Sinica berhasil menghasilkan 46 antibodi monoklonal (IgG) ukuran miligram yang dibuat berdasarkan 7 antigen protein nucleocapsid virus korona dari tubuh manusia.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Yang An-suei menjelaskan salah satu dari antibodi tersebut hanya akan mendeteksi virus corona Wuhan (Covid-19) dan tidak bereaksi terhadap virus SARS, virus MERS ataupun virus-virus korona penyebab flu lainnya.

Academia Sinica juga membentuk platform data antibodi sintesis, yang dapat menghemat waktu, biaya materi, dan tidak memerlukan pengujian pada hewan. Platform yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan ini bisa dengan cepat mengidentifikasi antibodi yang bereaksi terhadap suatu antigen.
Kepala Academia Sinica, James Liao, mengatakan hasil penemuan ini juga akan diunggah ke dalam platform Covid-19 yang didirikan oleh Academia Sinica, untuk dibagikan dengan institusi penelitian lainnya, demi mempercepat pengembangan alat pendeteksi, obat dan vaksin.

Yang An-suei dan rekan-rekan ilmuwan dalam proyek tersebut telah melakukan penelitian selama lebih dari 10 tahun. Mereka memulai penelitian tentang reagen virus corona Wuhan pada awal bulan Februari, dan berhasil menyelesaikan penelitian 2 bulan lebih awal dari jangka waktu yang ditentukan. Tahun lalu, tim tersebut juga berhasil mengembangkan alat pendeteksi antigen imunitas untuk virus flu babi Afrika.

Kementerian Perekonomian (MOEA) akan mengadakan pertemuan antara tim tersebut dengan beberapa perusahaan, dan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan produksi alat pendeteksi virus corona Wuhan. Diharapkan, dalam kurun waktu 3-4 bulan alat tersebut dapat diproduksi secara massal setelah diverifikasi dan disetujui oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW). (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Academia Sinica TaiwanChina VirusCoronavirusCOVID-19TaiwanVirus CoronaWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.