• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Minta China Hentikan Klaim Terhadap Selat

by Redaksi Asiatoday
September 23, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Taiwan Minta China Hentikan Klaim Terhadap Selat

Kapal perang Taiwan lindungi Selat Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Pemerintah Taiwan meminta China untuk tidak mengklaim Selat Taiwan sebagai wilayah kedaulatan.

Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, mendesak China untuk menghormati perjanjian internasional terkait selat itu.

“Kami menyerukan, hentikan segala klaim dan kembali ke standar internasional yang beradab,” tegas Wu dilansir dari AFP, Rabu (23/9/2020).

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Pernyataan Wu itu sebagai tanggapan atas pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri China yang mengatakan tidak ada garis yang membatasi Selat Taiwan, karena Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah China.

Wu mengatakan bahwa garis tengah di selat Taiwan telah menjadi simbol untuk mencegah konflik militer dan menjaga perdamaian dan stabilitas antara China-Taiwan.

“Komentar kementerian luar negeri China setara dengan menghancurkan status quo,” kata Wu.

Wu selanjutnya meminta dunia untuk mengutuk tindakan China tersebut. Sementara itu China kerap menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

China bahkan menyatakan siap menggunakan kekerasan untuk mempertahankan klaim itu. Di sisi lain Taiwan telah memiliki pemerintahan sendiri selama lebih dari tujuh dekade.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, menyatakan sejak 2016 China semakin meningkatkan tekanan ke Taiwan. Hal tersebut dilakukan karena Taiwan menolak menjadi bagian dari China.

Pada 2017, Taiwan menuduh China melanggar perjanjian diam-diam yang telah lama dipegang, setelah jet tempur tentara China untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun – melintasi garis median perairan yang memisahkan China-Taiwan.

Dalam beberapa bulan terakhir Taiwan telah melaporkan peningkatan tajam penerobosan pesawat tempur China ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ).

Di tengah tegangnya hubungan China-Taiwan, AS kini coba mengambil celah. Hal itu kemudian disebut-sebut menambah kegeraman China.

Peningkatan pengaruh AS ke Taiwan mulai terjadi di era kepemimpinan Presiden Donald Trump. Peningkatan itu sendiri juga terjadi di tengah memanasnya konfrontasi AS-China dalam berbagai sektor. (ATN)

Tags: ChinaIndo PasifikTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.