• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Siap Tampung Warga yang Lari dari Hong Kong

by Redaksi Asiatoday
July 2, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Taiwan Siap Gelar Pemilu, Presiden Tsai Ditantang Tokoh Pro-Beijing

Negara Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, HONG KONG – Taiwan telah mendirikan sebuah kantor khusus untuk menampung warga Hong Kong yang ingin melarikan diri dari kota semi-otonom tersebut.

Kantor dibentuk Taiwan usai China mengadopsi Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong pada Selasa kemarin.

Melansir Al Jazeera, kantor berita Taiwan-Hong Kong Services and Exchange Office itu didirikan di pusat kota Taipei pada Rabu 1 Juli 2020.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“Ini merupakan pencapaian penting pemerintah dalam mendukung demokrasi dan kebebasan di Hong Kong,” ujar menteri senior Taiwan, Chen Ming-tong.

Pendirian kantor oleh Taiwan ini bertepatan dengan peringatan 23 tahun penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China. Saat diserahkan dulu, China berjanji akan menerapkan prinsip “Satu Negara, Dua Sistem.”

Namun, UU Keamanan Nasional dikhawatirkan banyak pihak akan mengikis otonomi dan kebebasan di Hong Kong. China berkukuh UU tersebut justru didesain untuk menjamin kesejahteraan di Hong Kong.

Beijing juga berjanji prinsip “Satu Negara, Dua Sistem” akan tetap dijunjung tinggi meski UU Keamanan Nasional sudah diadopsi.

Taiwan dan Hong Kong selama ini dikenal sering menentang China, terutama mengenai status kenegaraan keduanya.

Mei lalu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjadi pemimpin global pertama yang bertekad akan mengambil langkah-langkah tertentu untuk menolong warga yang memilih meninggalkan Hong Kong.

Pemerintah Inggris di bawah Perdana Menteri Boris Johnson juga telah mengutarakan hal serupa, dan siap menampung sejumlah warga Hong Kong yang ingin angkat kaki dari kota semi-otonom tersebut. (ATN)

Tags: ChinaHong KongTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.