• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Taiwan Tempatkan Indonesia dan India Negara Berisiko Tinggi Covid-19

by Redaksi Asiatoday
July 4, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Taiwan Mulai Buka Pintu Masuk dan Transit Warga Asing

Bandara Internasional Taoyuan, Taiwan. Ist

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Taiwan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Covid-19 varian Delta dari negara-negara yang masuk kategori berisiko tinggi.

Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan (CECC) menyebutkan di kategori tersebut, tercatat sejumlah negara yakni Indonesia Brazil, India, Inggris, Peru, dan Israel.

Dalam siaran pers MOFA yang dikutip Minggu (4/7/2021), Pusat Komando Epidemi Sentral Taiwan (CECC) pada tanggal 1 Juli 2021 telah mengeluarkan pengumuman terkait dengan Covid-19 varian Delta yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Demi mengurangi risiko penularan virus varian tersebut di dalam negeri, maka mulai tanggal 2 Juli 2021 pukul 12:00 siang (waktu kedatangan di Taiwan), pemeriksaan kesehatan bagi para penumpang yang masuk ke Taiwan akan diperketat, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Penumpang yang memiliki riwayat perjalanan ke “negara-negara berisiko tinggi” dalam waktu 14 hari terakhir, baik melalui jalur udara maupun laut wajib menjalani karantina selama 14 hari di pusat karantina pemerintah.

Saat masuk ke Taiwan, penumpang harus menjalani tes PCR Covid-19 saat check-in dan setelah menyelesaikan karantina; selain itu, pada hari ke-10 hingga hari ke-12, penumpang akan diminta melakukan tes rapid mandiri sebanyak 1 kali.

2. Penumpang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke “negara-negara berisiko tinggi” dalam waktu 14 hari terakhir harus menjalani pengambilan sampel air liur dan PCR ketika tiba di bandara ataupun pelabuhan. Mereka harus menjalani karantina di pusat karantina atau hotel karantina dengan biaya sendiri selama 14 hari.

Di hari ke-12 hingga hari ke-14 penumpang tersebut akan diminta untuk menjalani tes PCR sebelum meninggalkan lokasi karantina, dan pada hari ke-10 hingga hari ke-12 penumpang harus menjalani tes rapid mandiri sebanyak 1 kali.

3. Semua penumpang yang masuk ke Taiwan, jika memiliki hasil tes positif akan menjalani tes pengurutan gen (DNA/RNA) virus.

CECC menekankan bahwa kontrol perbatasan merupakan kunci penting untuk mencegah pandemi Covid-19. Ketika tiba di Taiwan, seluruh penumpang harus  bekerja sama dengan petugas perbatasan dalam melakukan langkah-langkah pemeriksaan, dan menggunakan metode transportasi yang sudah ditentukan oleh pusat komando menuju ke tempat karantina, serta menaati ketentuan dan protokol pencegahan pandemi terkait lainnya. (ATN)

Tags: COVID-19Taiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.