• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Tanpa Inovasi, Ekonomi Indonesia Bisa Ditinggal Filipina dan Vietnam

by Redaksi Asiatoday
August 4, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Status Negara Berkembang Dicabut, Aliran Investasi di Indonesia Bisa Terpengaruh

DKI Jakarta, Ibukota Republik Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia perlu melahirkan berbagai terobosan untuk memacu pemulihan ekonomi jika tidak ingin tertinggal jauh oleh negara-negara di ASEAN.

Menurut Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas),  penataan ulang transformasi ekonomi pascapandemi sangat mendesak.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti memandang redesain transformasi ekonomi menjadi hal yang mendesak karena dibutuhkan pertumbuhan 6 persen untuk menjadi negara maju dan keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap), sebelum 2045.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

“Urgensi dari redesain transformasi ekonomi ini, pertumbuhan 5 persen saja pasti tidak bisa membawa Indonesia lepas dari middle income trap sebelum 2045. Bahkan, tanpa redesain transformasi ekonomi, pendapatan per kapita Indonesia akan disalip Filipina pada 2037 dan Vietnam pada 2043, jika kita tidak akselerasi,” papar Amalia di forum diskusi virtual 50 Tahun Nalar Ajar Terusan Budi: CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu (4/8/2021).

Oleh sebab itu, transformasi ekonomi dibutuhkan dan dilakukan dengan meningkatkan produktivitas melalui dua cara.

Pertama, mengubah struktur perekonomian dari lower productivity menjadi higher productivity sectors, atau berbasis komoditas menjadi berbasis nilai tambah tinggi.

Kedua, dengan meningkatkan produktivitas di masing-masing sektor. Produktivitas menjadi kunci karena selama pandemi Covid-19 produktivitas menurun drastis. Hal itu ditandai salah satunya dengan semakin banyak tenaga kerja beralih ke sektor produktivitas rendah, atau sektor informal.

“Tenaga kerja beralih dari sektor produktivitas yang tadinya lebih tinggi, menjadi ke sektor informal sehingga produktivitasnya rendah. Kalau kita belajar dari krisis yang lalu, 4,6 juta orang yang kembali ke sektor pertanian saat krisis ekonomi 1998 ternyata membutuhkan waktu 10 tahun setelah krisis Asia untuk kembali ke tingkat sebelum krisis,” jelas Amalia.

Indonesia sendiri memiliki target untuk menjadi negara maju dengan produk domesktik bruto (PDB) riil 5,7 persen dan PDB rill per kapita sebesar 5,0 persen, sebelum 2045. Visi tersebut tertuang pada “Visi Indonesia 2045 Menuju Negara Maju”.

Pada visi tersebut, Indonesia diperkirakan bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap) pada 2036 atau 2038, jika pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata mencapai 5,7 persen antara 2015-2045.

Namun, dengan adanya pandemi Covid-19, hal tersebut turut berdampak pada target Indonesia untuk keluar dari middle income trap. (ATN)

Tags: BappenasPertumbuhan AsiaPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.